Bambang Ismawan Bersama Wong Cilik (review)

Bambang semula bercita cita untuk menjadi petani dan peternak kaya. Gara gara dikirim ke Australia pada awal 1962, ia pulang untuk menyiapkan diri membuka rancha di kalimantan dan membangun helipad di atap rumah ayahnya, di Babat. Tapi setelah bertemu seorang Jesuit, John Dijikstra pikirannya berubah. Ia bersumpah untuk membela orang miskin dan mengajarkan hidup sebagai petani yang sejahtera.

Ia berjanji akan membuat berjuta juta orang lain hidup kaya. Bersams John Dijikstra, ia mendirikan Bina Swadaya. Itulah karyanya terbesar untuk bangsa Indonesia. Bermula pada 1967 kini Bina Swadaya sudah berkembang luas ke seluruh Indonesia. Organisasinya melatih beribu-ribu pendamping, dan mengembangkan tiga jalur pemberdayaan. Pertama, jalur pengembangan kelembagaan melalui Bina Swadaya yang telah menumbuh-kembangkan koperasi berbasis komunitas. Paling sedikit 20 juta keluarga telah didampingi melalui kerjasama dengan BKKBN, P4K, UNDP, dll. Kedua, jalur pengembangan keuangan mikro melalui pemberian kredit. Jalur ketiga adalah promosi produk unggulan dengan menerbitkan majalah Trubus, buku pegangan pertanian dan ketrampilan serta memberikan permodalan bagi rakyat jelata yang ingin berbisnis kecil-kecilan. Dalam majalah ini paling sedikit 19 produk unggulan yang dapat mengangkat taraf hidup masyarakat.

Oleh Bambang Ismawan karya Bina Swadaya diposisikan sebagai laboratorium sosial, kemudian ditranspalasikannya melalui policy dialog dalam jajaran organisasi yang lebih besar yaitu pemerintahan. Sebagai LSM, Bina Swadaya telah mencapai kemandirian keuangan dengan melakukan diversifikasi kegiatan yang kini telah merambah 7 bidang yaitu:

  1. pengembangan keuangan mikro
  2. pengembangan pemberdayaan masyarakat
  3. Pengembangan agribisnis rakyat
  4. Pengembangan media komunikasi pembangunan
  5. Pariwisata alternatif
  6. Jasa percetakan
  7. Jasa fasilitas untuk pertemuan, pelatihan, seminar & lokakarya

Sampai saat ini penerbitan majalah Trubus telah berlangsung 39 tahun, mencapai oplah bulanan 70.000 eksemplar. Sedang penerbitan buku-buku pertanian berlangsung lebih dari 25 tahun menghasilkan lebih dari 2000 judul. Dalam bidang pembentukan kader, hinggu kini dari 900 staf, ada 27 orang kader menjabat direktur berbagai bidang.

Dalam usianya ini Bambang Ismawan bisa tersenyum bahagia menyaksikan ke LSMan masih menjadi roh kegiatan Bina swadaya dan spirit yang berkembang di masyarakat, masih menganggap penting terhedap pengembangan kelompok swadaya masyarakat.

Bila ingin mengevaluasi karya besar apa yang berhasil diciptakan Bambang Ismawan, seperti mengevaluasi seorang guru yang tetap menjadi guru, sementara muridnya ada yang menjadi profesor, jenderal bahkan presiden.

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters