Resume Buku: Enam Jalan Menuju Tuhan

Kapan manusia akan mati dan bagaimana manusia akan mati, tidak ada yang dapat mengetahui dan manusia percaya bahwa yang mengetahui hanyalah Tuhan yang mempunyai kekuasaan untuk menghidupkan dan mematikan manusia. Dan ketidaktahuan tentang apa yang akan terjadi esok, manusia berusaha mendapatkan hidup damai dan berusia lanjut dengan cara mencari jalan menuju Tuhan. Banyak jalan yang ditawarkan menuju Tuhan yang ada di dunia saat ini.

Banyak jalan yang ditawarkan yang ada didunia saat ini, tapi dalam buku ini hanya akan dipilih enam jalan yang paling banyak dipilih manusia, yaitu jalan yang ditunjukkan atau diajarkan oleh: Krishna Dwipayana Wyasa, Sidharta Gautama, Abraham, Musa, Yesus, dan Muhammad.

Khrisna Dwipayana Wyasa menulis buku Mahabarata menjelaskan jalan yang ditempuh Pandawa sampai ke Surga. Si penulis cerita belum pernah mengalami perjalanan tersebut tetapi dengan kekuatan pikirannya ia dapat menggambarkan jalan terbaik menuju Tuhan.

Sidharta Gautama meninggalkan kemewahan duniawi mencari jalan menuju Nirvana. Setelah melalui perjuangan batin yang berat ia sampai pada kondisi kekosongan lalu berhak disebut Buddha. Pengalamannya mendapatkan penerangan sempurna yang kemudian dibagikan kepada orang yang mau mengikutinya adalah jalan menuju Tuhan.

Abraham tidak mencari jalan menuju Tuhan tetapi dalam kesulitan yang dihadapinya tiba-tiba ia bertemu dengan Tuhan yang kemudian selalu hadir mendampinginya dalam mengayuh bahtera kehidupan. Jalan hidup berkeluarga yang ditempuh Abraham adalah jalan bersama Tuhan.

Musa bertemu Tuhan setelah melihat semak berapi yang tidak membakar semak tersebut, lalu Tuhan mengutus musa memimpin bangsa israel keluar dari mesir. Musa berjalan membimbing bangsa israel menuju tanah yang dijanjikan Tuhan dan perjalanan memimpin bangsa tersebut adalah perjalanan bersama Tuhan.

Yesus banyak melakukan perjalanan, tetapi bukan perjalanan itu yang diajarkan sebagai jalan menuju Tuhan karena Yesus mengatakan ”Akulah Jalan”. Setelah Yesus disalibkan, Rasul Paulus mengajarkan Jalan Yang Lurus, yaitu jalan yang boleh ditempuh oleh mereka yang mau menerapkan apa yang diajarkan Yesus.

Ketika Muhammad lahir, berbagai jalan menuju Tuhan sudah ditulis di dalam kitab-kitab suci. Tetapi Muhammad yang buta huruf tidak dapat membaca buku-buku tersebut, lalu berdoa kepada Tuhan, ”Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.” Tuhan menjawab, ”Bacalah.” Karena tetap tidak dapat membaca, Muhammad mengajarkan kepada pengikutnya sembahyang lima kali sehari sebanyak tujuh belas kali berseru kepada Tuhan, ”Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.”

Dari enam jalan tersebut sudah dapat dipilah ajaran yang menuju Tuhan dari ajaran yang hanya berputar putar. Tetapi melalui perjalanan sejarah umat manusia yang panjang, dari enam perjalanan yang asli telah berkembang banyak jalan bercabang yang baru dan dari begitu banyak jalan baru banyak diantaranya adalah jalan yang sesat.

Agar jumlah orang yang tersesat dijalan yang salah dapat dikurangi, perlu ada petunjuk yang dapat memberi penjelasan mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Dan buku ini dapat menjadi petunjuk mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah.

Oleh: Darmawan MM

Comments (35)

Irma HanumDecember 23rd, 2009 at 2:32 am

siiip deh salam kenal….

Irma HanumDecember 23rd, 2009 at 2:34 am

maaf mas, kalo petunjuk jalan yang benar, semua sudah ada dalam Al Qur’an….dan Hadist Nabi Muhammmad SAW…hehehehe….

Anand KrishnaDecember 25th, 2009 at 7:15 pm

Selama masih ada claim “buku ini dapat menjadi petunjuk mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah” - maka kita akan selalu berantam. Karena, setiap orang merasa “bukunya” sudah menunjukkan jalan yang paling benar.

Saatnya kita menjadi dewasa, dan menentukan sendiri (berdasarkan pengalaman pribadi), jalan mana yang “pas” untuk kita. Karena, barangkali semua jalan benar, dan bukan hanya beberapa jalan saja. Barangkali, setiap hari bertambah satu-dua jalan.. Siapa yang dapat memaksakan kehendaknya terhadap Allah, Rabb, yang Maha Suci, dan Maha Kuasa?

sablengDecember 27th, 2009 at 2:44 am

saudaraku…..
apapun nama agamanya, apapun nama alirannya, apapun nama caranya…….
yang penting bisa mengantarkan kita kembali kepada tuhan di surga……
bukankah rohani kita dulunya berasal dari tuhan, “…….aku tiupkan ruh-Ku”
tetapi jalan yg terpendek dan termudah sudah dicontohkan oleh nabi muhammad….
melalui isro’ mi’roj, dilangit ke 7 itulah beliau bertemu dgn tuhan….
dan sdh pasti saat beliau wafat, jasadnya kembali ke tanah, dan rohaninya
kembali kpd tuhan, karena beliau sdh tahu dan sdh pernah ke surga sewaktu hidup….
cara itupun sdh dilakukan oleh para wali dan para guru mursyid di jaman sekarang…
dan orang2 biasa spt kita dan juga yg lainnya, bukankah tuhan itu maha adil????
kalau sdh tahu diam…. diam….

Imanudin MegantaraDecember 29th, 2009 at 1:34 am

“Agar jumlah orang yang tersesat dijalan yang salah dapat dikurangi, perlu ada petunjuk yang dapat memberi penjelasan mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Dan buku ini dapat menjadi petunjuk mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah”.

Kutipan diatas merupakan claim dari penulis yang memastikan bahwa buku yang ditulisnya dapat memberi tahu kita mana jalan yang benar mana jalan yang salah. Sungguh suatu bentuk arogansi dari keterbatasan manusia. Penulis seharusnya meredaksi ulang kata katanya.

sinuhunDecember 29th, 2009 at 5:05 pm

Pakoe Boewono Bertemu Isa Almasih PDF Print E-mail

Pertemuan pertama kali dengan Isa Almasih saya alami ketika saya belum dinobatkan menjadi sinuwun, tepatnya sewaktu saya dinas militer di Timor-Timur tahun 1983. Waktu saya tergabung dalam pasukan TNI yang ditugaskan di Timor-Timur untuk menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Semula di dalam pasukan terdapat 21 orang prajurit termasuk saya, tetapi karena terjadi pertempuran sengit beberapa kali dengan gerakan-gerakan orang-orang bersenjata sebanyak 19 orang prajurit anak buah saya gugur dalam medan perang. Waktu itu Edi B.M. menjadi komandan saya, komandan saya bingung dan sedih mengalami kenyataan itu.

Mengetahui hal ini saya menyarankan komandan bahwa yang dipimpin adalah yang hidup dan jangan terus berlarut-larut dalam kesedihan seperti itu, dan tidak ada gunanya memikirkan terus anak buah yang telah mati.

Selanjutnya saya berikan masukan kepada komandan untuk menenangkan bathin dan pikiran serta tidak larut dalam kesedihan lebih baik pergi ke gereja sebab pak Edi B.M. beragama Katholik.

Saran saya diterima, setelah survey pada hari minggu saya mendampingi komandan untuk mengikti pelaksanaan misa terakhir di salah satu gereja yang ada di Dili.

Sewaktu komandan saya jongkok di depan, saya pun ikut jongkok. Setelah itu saya berbicara kepada Tuhan Yesus, saya beritahukan nama saya, saya sebutkan orang tua saya dan saya beritahukan maksud dan tujuan saya datang ke tempat itu. Saya juga katakana bila sekiranya saya kurang berkenan dating ke gereja, saya memohon ampun kepada Tuhan Yesus. Dihadapan Tuhan Yesus saya minta pengampunan atas perbuatan kesalahan yang saya perbuat.

Kebetulan yang ada di tempat itu hanya saya dan komandan sehingga saya lebih leluasa untuk berdoa. Saya sendiri tidak mengerti justru kenapa saya didatangi Tuhan Yesus dan hanya saya yang dapat melihat sosokNya. Waktu itu Yesus berdiri dan mengulurkan tangan kearah saya, sepertinya hendak memberikan berkatnya pada saya sedangkan komandan saya tidak melihat apa-apa.

Ketika itu setelah Pakubuwono XII surut, saya dinobatkan sebagai Ratu pada 31 Agustus 2004 dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono (SISKS PB) XIII atau disebut pula dengan ‘Sinuhun Tedjo Woelan’ yang disingkat ‘STJW’

Saat itu muncul tingkat kesadaran saya agar dapat menjalankan fungsi tugas sebagai Ratu sebagaimana mestinya. Ratu alam jagat ini mepunyai makna dimana itu ke datu atau kedaton bisa disebut pula sebagai pemimpin.

Sebelum menjadi Ratu harus jadi pandhito (orang yang menjadi panutan dalam sikap dan budi pekerti yang luhur, Red) dahulu, setelah itu bisa nyabdo (berbicara, Red), selain itu harus waskito (awas dan bersikap arif dalam membaca tanda-tanda jaman) dan selanjutnya Wicaksono (bijaksana, Red).

Tetapi ketika saya melakukan spiritual, saya dapati ternyata ‘STJW’ baik untuk Sinuhun Tedjo Woelan maupun Sinuhun Tanah Jawa. Tetapi Sinuhun Tanah Jawa itu mungkin bukan saya dan semula saya tidak ngerti apa maksudnya semua ini.Saya semakin tertarik untuk meneliti dan mempelajari sumber-sumber itu karena berkaitan dengan Ratu-ratu Tanah Jawa pada masa lalu. Hal ini saya pelajari satu-satu dengan teliti agar saya dapat belajar dari pengalaman Ratu-ratu pada jaman dahulu sekaligus mengambil hikmahnya. Mulai jaman Airlangga, Ken Arok hingga Ratu-ratu berikutnya semuanya tidak ada yang luput dari perhatian saya.

Dahulu istilah Jawa nya Ratu menggunakan sebutan Prabu tetapi tiba-tiba berubah sebutan menjadi Sultan. Mengapa tiba-tiba menggunakan gelar Sultan? Akhirnya saya tahu, itu karena pengaruh islam pada saat itu. Tanah Jawa telah beberapa kali didatangi oleh wali songo, tetapi toh tidak semuanya tanah jawa memeluk islam. Padahal para wali itu hebat-hebat, apalagi seperti Sunan Kalijaga.

Menurut pengamatan saya ada tiga kesalahan Kerajaan Demak : kesalahan pertama di Ratu nya, kesalahan kedua di Bapak nya dan kesalahan di negaranya. Setelah itu muncul Sultan Hadiwijaya yang memerintah selama satu periode. Selanjutnya diteruskan oleh Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati. Diteruskan dengan beberapa Amangkurat Jawi sampai dengan Sultan Agung.

Sultan Agung seorang yang hebat karena berusaha mempersatukan antara ulama dengan umaroh (Penguasa di pemerintahan, red). Namun beliau adalah Ratu yang umurnya paling pendek karena melanggar bahwa ulama dan umarah tidak akan bisa dijadikan satu.

Setelah itu muncul nama Pakubuwono, dimulai dari Pakubuwono I, Pakubuwono II yang selanjutnya muncul Sultan Hamengkubuwono, muncul Mangkunegoro terakhir Paku Alam. Setelah Pakubuwono IV, muncul pandita namanya Sulatu Langgrek, setelah itu diteruskan Pakubuwono V hingga Pakubuwono X. Satu2nya Ratu di Pulau Jawa yang mukti mulyo wibowo waskito hanya Pakubuwono X yang bertahta selama 41 tahun dan disitu putus karena Panembahan Senopati muncul lagi. Pakubuwono XII adalah Ratu Pulau Jawa yang noto jumeneng paling panjang, kurang lebih 52 tahun. Berkaitan dengan Pakubuwono dua belas, dalam bahasa jawanya adalah ‘ongko rolas’ yang bermakna ‘roh ipun sampun telas’

Perjalanan spiritual saya lakukan bukannya 2, 3 hari, tetapi saya lakukan selama tiga setengah tahun. Memang hal itu sudah menjadi keputusan saya dan tidak ada seorangpun yang dapat mencegah kemauan saya. Selama itu saya harus meninggalkan istri, keluarga, keratin Solo dan kehidupan duniawi. Bukannya saya egois dan tidak mau mempedulikan keluarga maupun orang lain, tetapi ada hal yang lebih prinsip dan saya anggap sangat penting dari itu semua sehingga saya melakukan perjalanan spiritual.

Yesus menemui saya untuk kedua kalinya hingga yang keempat kalinya setelah saya dinobatkan sebagai Sinuhun. Tuhan Yesus menemui saya kedua kalinya saat saya berada di tengah laut, dan yang ketiga kalinya menjumpai saya ketika saya berada di dalam pesawat udara. Pada saat itu saya diliputi oleh rasa ketakutan yang saya sendiri tidak tahu mengapa sebabnya. Saat itulah Tuhan Yesus menemui saya. Tuhan Yesus muncul lagi menemui saya ke empat kalinya pada saat saya bersemedhi.

Sewaktu saya didatangi Yesus tidak terjadi dialog timbal balik, walaupun sebenarnya dalam hati saya ingin bercakap2 panjang lebar dengan Tuhan Yesus waktu itu. Mungkin saya masih kotor atau mungkin karena belum ‘titi wancine’ (belum saatnya, red).

Saya membaca buku-buku tentang sejarah tanah jawa yang didalamnya juga ada yang membahas tentang Ratu Adil yang berkaitan dengan tanah jawa, selain itu saya sering mengadakan sarasehan sehingga dapat mendengarkan masukan. Dari situlah saya mengerti bahwa Indonesia ini punya konsep namanya konsep Sang Ratu Adil.

Jongko (ramalan, red) Joyoboyo konsepnya Ratu Adil, Sabdopalon konsepnya juga Ratu Adil, Ronggo Warsito membahas Ratu Adil, Bung Karno juga menyebut Ratu Adil, Pak Soeharto juga memakai sarana adil, sarana gunung Srandil, tetapi di perjalanan semuanya geger (rebut, red), karena apa? Ratu Adil adalah Ratu yang membuat berdirinya Tanah Jawa, lha ini siapa?? Sabdo Pandhito Ratu Waskito lan wicaksono ini yang namanya Mirah Delima, dimana kalau anda mencari Mirah Delima kemana saja tidak akan ketemu, ini adalah hasil dari perjalanan spiritual saya. Justru di perjalanan spiritual tersebut akhirnya muncul yang namanya Yesus. Saya sendiri semula bertanya yang muncul bukannya Ratu-ratu Tanah Jawa leluhur saya, tetapi Yesus yang mendatangi saya. Ternyata dari perjalanan spiritual yang saya lakukan, saya mendapatkan bahwa Ratu Adil Sinuhun Tanah Jawa adalah Yesus.

Mau anda gelar, mau anda muat di Koran ataupun di media massa silahkan, begitu anda muat pasti dunia ini akan geger (rebut, red), pasti Paus di Vatikan akan mengundang dan mengklarifikasi saya.

Gloria (tabloid) : Kalau dirunut dari sumber-sumber sejarah Tanah Jawa ada data yang berkaitan dan berbicara tentang Yesus?

STJW : Ada! Anda lebih baik ke Radio Pustaka kepustakaan Jawa di Yogjakarta disana ada banyak buku tulisan Tokoh dan Pujangga Jawa yang berkaitan dengan hal itu, tanyalah pada ahlinya jangan tanya saya sebab saya bukan ahli sejarah. Dari buku-buku yang pernah say abaca itu ada yang tersirat ada pula yang tersurat tentang Yesus atau juga yang disebut Isa Almasih.

Kalau anda ingin mewawancarai saya yang berkaitan dengan spiritual, anda juga harus berspiritual juga, kalau tidak, hal itu tidak akan pernah anda capai. Makanya saya sering mengajak ayo kita laku (mengalami sendiri perjalanan spiritual, red) bersama-sama supaya tahu. Saya sudah tidak bisa sabar. Dan saya harus mengajak dengan tegas dalam hal ini, sehingga bukan hanya saya saja yang dapat kebenaran dan pencerahan.

Gloria (tabloid) : (Penting nih) Apakah kaitan Yesus sebagai Ratu Adil dapat diartikan juga Yesus sebagai Tuhan?

STJW : Kalau berbicara tentang Tuhan itu siapa, Tuhan berada pada diri sendiri, tidak jauh dari urat nadi kita. Kalau di Ajaran Jawa dikenal dengan istilah Ingsun Sejati. Dalam filosofi Jawa dikenal terdapat istilah Argo Dumilah, Argo itu dirimu sendiri, seperti sebuah gunung dumadine saka (terciptanya dari, red) Allah. Ketika kita memahami dan menyadari bahwa kita ini berasal dari Allah, maka seseorang telah berada pada titik balik sehingga pada akhirnya akan mewujudkan Kasampurnaan Sejati (Kesempurnaan yang sesungguhnya, red) Atau yang disebut juga Kesejatian Diri. Sebelum mencapai Kesejatian Diri, pasti orang-orang yang punya tekad sungguh-sungguh mencapai Kesejatian Diri pasti akan ditemui Yesus, karena itu sudah saya alami sendiri dan sudah dialami pula oleh orang lain selain saya. Yesus akan memberikan jawaban pada mereka yang ingin mencapai Kasampurnaan Hidup. Istilah Kasampurnaan Urip disebut ‘Sirotol mustaqim’.

Setelah saya memohon petunjuk kepada Sang Pencipta jagad, pemikiran saya dibukakan oleh Tuhan lewat proses perenungan spiritual yang dalam dan memakan waktu yang cukup lama. Hasil perenungan saya semakin lengkap masukkan dari beberapa sahabat baik yang memberikan masukkan, saya tahu bahwa Isa Almasih menemui.

Saya kembali ditemui oleh sosok itu beberapa kali di tempat dan dalam waktu yang berbeda-beda. Dalam semedi pun saya pernah didatangi Isa Almasih. Dan sejak saat itu saya mulai merenungkan siapakah sebenarnya Isa Almasih itu.

Dari pengalaman bathin yang saya alami, membaca buku-buku dan diskusi dengan tokoh-tokoh yang paham dan mengerti betul masalah spiritual secara benar, akhirnya saya dapat mengetahui dan memahami bahwa Isa Almasih adalah Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta, dimana hal ini sesuai dengan iman dan kepercayaan umat Kristen.

Gloria (tabloid) : Apakah ada makna politis Ratu Adil untuk bangsa ini?

STJW : Dalam setiap jaman Ratu Adil dalam arti politis selalu muncul, jumlahnya amat sangat sedikit, Ratu Adil Sejati. Pada kenyataannya tidak ada satupun manusia yang benar-benar bisa berlaku adil di dunia. Dan hanya Tuhan Penguasa Semesta saja yang dapat benar-benar berbuat adil. Jadi Tuhan adalah gambaran Ratu Adil yang Sejati.

Jika dikaitkan dalam Pembukaan UUD 1945 : ‘Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya’, bukan saja menegaskan lagi apa yang menjadi motivasi riil dan materiil bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya tetapi juga menjadi keyakinannya, menjadi motivasi spiritualnya, bahwa maksud dan tindakannya menyatakan kemerdekaan itu diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa. Dengan ini digambarkan bahwa bangsa Indonesia mendambakan kehidupan yang berkeseimbangan antara Jasmani dan Rohani. Sekaligus menunjukkan ketaqwaan bangsa Indonesia terhadap Tuhan yang Maha Esa yang memberikan rahmat bagi bangsa Indonesia sehingga mencapai kemerdekaan. Selanjutnya jika kita lihat alinea ke-empat UUD 1945 :’Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia…..’

Indonesia mempunyai usaha untuk menertibkan dunia. Apakah benar alam semesta yang diciptakan tidak tertib sehingga bangsa Indonesia ingin menertibkannya? Indonesia sekarang ini malah sering dilanda bencana, dari mulai tsunami, gempa bumi, tanah longsor, banjir banding, luapan lumpur lapindo dan bencana yang mungkin akan terjadi di masa mendatang mengisyaratkan bahwa bangsa Indonesia, khususnya pemerintahan belum berhasil dalam mewujudkan cita-cita luhur untuk menertibkan dunia.

Gloria (tabloid) : Bisa dijelaskan hakekat Ratu Adil pandangan Jawa?

STJW : Rupanya alam yang dieksploitasi besar-besaran dan seenak sendiri untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok atau golongan tertentu tanpa memperhatikan kesejahteraan seluruh rakyat mulai berteriak menuntut keadilan, misalnya saja hutan, dimana banyak hutan ditebang secara liar sehingga mendatangkan musibah banjir maupun tanah longsor, sementara kayunya dijual secara illegal ke luar negeri.Seiring dengan banyaknya hutan yang ditebang secara liar, lama kelamaan Negara kita akan menjadi panas, sementara kalau kita melihat Negara lain yang punya kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian alam kita akan measakan kesejukan dan merasa lebih senang tinggal di luar negeri. Padahal di Indonesia sebenarnya kaya dengan hutan tetapi kok malah dirusak sendiri.Jika fenomena dan bencana alam terjadi tidak ada satupun yang dapat menghentikannya ataupun mencegahnya sekalipun menggunakan tehnologi modern.

Dalam filosofi Jawa tersirat Ratu Adil mempunyai kuasa atas alam semesta sehingga dapat menghentikan ataupun menggerakkan semua fenomena alam. Hanya Tuhan saja yang dapat melakukan hal itu.

Dalam kepercayaan Jawa kita dapat menemukan Hakekat Ratu Adil bila kita mengetahui dan paham betul identitas dan jatidiri kita secara benar. Diri kita dapat menuntun dengan benar agar kita menemukan Ratu Adil yang sejati.

Tapi sekarang ini malah ada pepatah “Wong Jawa ilang Jawane” sehingga sampai kapanpun kita juga tidak akan pernah memahami hakekat Ratu Adil yang sebenarnya.

Dalam pemerintahan saja, sekarang ini hukum dan keadilan belum sepenuhnya dijalankan secara adil, itu menandakan bahwa Hakekat Ratu Adil belum terwujud sekarang ini.

Dari fakta harus kita akui bahwa tidak ada satupun manusia yang dapat berbuat adil, yang dapat berbuat adil hanya Tuhan sebagai hakim dunia yang dapat berbuat adil. Menurut kepercayaan saya, Isa Almasih adalah Imam Mahdi dan Hakim Adil akhir Jaman. Sehingga konsep itu sesuai dengan pengalaman spiritual secara pribadi dengan Isa Almasih, dimana saya tidak pernah habis fikir.

yhyJanuary 8th, 2010 at 6:40 am

Saya menghrmati kebebasan beragama. bagi saya sejatinya ketika seseorang mencari kebenaran janganlah menghalangi orang lain dalam mencari kebenaran.

kutipan ini :
“…Ketika Muhammad lahir, berbagai jalan menuju Tuhan sudah ditulis di dalam kitab-kitab suci. Tetapi Muhammad yang buta huruf tidak dapat membaca buku-buku tersebut, lalu berdoa kepada Tuhan, ”Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.” Tuhan menjawab, ”Bacalah.” Karena tetap tidak dapat membaca, Muhammad mengajarkan kepada pengikutnya sembahyang lima kali sehari sebanyak tujuh belas kali berseru kepada Tuhan, ”Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.”

ini dari mana? bila tafsir, tafsiran siapa?referensinya apa?atau apa si penulis seseorang yang memang punya kemampuan berkomunikasi dengan ruh nabi? Pantas saja buku ini dilarang, penafsiran yang tidak ilmiah sepertinya.

kutipan berikutnya :
“…“Agar jumlah orang yang tersesat dijalan yang salah dapat dikurangi, perlu ada petunjuk yang dapat memberi penjelasan mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Dan buku ini dapat menjadi petunjuk mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah”…”

Hebat sekali sang penulis…bukunya bisa melampaui semua kitab suci petunjuknya!!!

Bahkan orang-orang yang sampai pada tingkat spiritualitas yang tinggi. mampu berkomnikasi dengan ruh para Nabi, tidak pernah mengatakan kalimat seperti ini.

Sang penulis terlalu berkhayal dengan “kekuatan fikirannya” padahal masih jauh dari pemahaman paripurna. Mungkin hanya sekedar perenungan pribadi.

Dan saya katakan, saya menghormati agama lain.

SHTJanuary 10th, 2010 at 7:21 pm

Saya tidak berpihak satu agamapun karena Semua Agama yang mengakui TUHAN YANG MAHA KUASA dan ESA adalah benar dan baik bagi Umat Manusia yang mau hidupnya damai dan bahagia. Namun menurut saya Jalan menuju Tuhan hanya satu bukan enam. Jalan itu ada didalam hatimu sendiri. Saya yakin Tuhan mengasihi ciptaannya Dia tidak akan menyakiti ciptaanNya sendiri karena apapun agama ciptaanNya sejauh ciptaanNya melakukan yang sesuai denganNya maka ciptaanNya akan selalu bersamaNya sampai kapanpun. Jadi sesungguhnya jalan tersebut ada didalam hati seseorang ( ciptaan Tuhan ) pribadi lepas pribadi. Nah….yang menjadi intinya apakah seseorang itu peka akan suara Tuhan yang selalu berbicara kepada umatNya melalui hati yang paling dalam. Misalnya seseorang akan melakukan tindakan yang salah misalnya mencuri. Pasti didalam hati seseorang tersebut muncul ” JANGAN LAKUKAN ITU…ITU TIDAK BAIK ” namun seseorang itu tetap melakukan tidakan pencurian tersebut karena apa ? karena hatinya tidak peka akan suara Tuhan yang menegornya. Oleh karena itu dia sudah berjalan di jalan yang tidak dikehendaki Tuhan . Makanya seseorang tersebut akan mengalami suatu perobahan hidupnya …pasti hidupnya tidak tenang selalu takut..( tidak damai ) . Contoh diatas hanya salah satu contoh yang sering terjadi dikehidupan kita. Seandainya semua orang dari berbagai agama melakukan hal-hal yang sesuai dengan suara Tuhan maka betapa damainya hidup ini…..Namun selagi di dunia kedamaian itu tidak akan pernah akan terwujud karena ada satu mahluk yang tidak ingin manusia damai yaitu “SETAN ” . Jadi hanya manusia yang peka saja yang dapat berjalan menuju TUHAN.
Semoga anda juga peka terhadap suara TUHAN yang senantiasa menegor bila anda akan melakukan yang tidak baik karena Dia ingin anda selalu berjalan di JalanNya.Karena Agama seseorang tidak menjamin seseorang itu ke SORGA bila ia mati nanti namun yang menjamin seseorang itu pasti ke SORGA adalah segala tingkah lakunya selama ia hidup. Apakah ia peka akan suara TUHAN ?

Abdul FatahJanuary 12th, 2010 at 12:40 pm

Itu Bukan Tuhan Mas….Itu Jin……..Makanya jgn Semedi mulu.

UNDER_IMAGEJanuary 19th, 2010 at 7:44 pm

TUHAN TIDAK BERWUJUD, TIDAK BERANAK, TIDAK D PERANAKKAN DAN AKAN BERBEDA DARI CIPTAANNYA… OK COY?

RendiJanuary 29th, 2010 at 8:33 am

Jalan Tuhan, pastilah hanya Tuhan yang tahu mana jalannya, maka dari itu tanyakanlah pada Tuhan jalanNya, dan berhati-hatilah pada Iblis yang berusaha mau menunjukan jalan Tuhan kepada kita padahal jalan itu jalan menuju maut, tapi apapun pedapat km tentang jalan Tuhan, kita tetap harus hidup damai dan akur sebagai sesama manusia yang ber-Tuhan dan beradab

AjiJanuary 30th, 2010 at 4:30 am

Enam Jalan Menuju Tuhan, menurut saya sebenarnya jalan itu {Menuju Tuhan] sangatlah banyak namun, banyaknya agama di dunia sesungguhnya membuat saya tak habis pikir.
Dulu sebelum manusia diciptakan tidak ada satu buktipun bahwa Tuhan membuat suatu agama .Maka kalau ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa ajaran agamanya paling benar,itulah yang termasuk orang-orang paling sesat .Hanya Tuhanlah Yang Maha Benar itulah yang diakui oleh seluruh agama di dunia.Untuk itu saya hanya bisa sarankan kepada seluruh Saudara-saudaraku bahwa, jadilah pribadi lebih baik dari orang lain .Dan saya sendiri mangikuti orang yang di sayangi oleh seluruh rakyat Indonesia yaitu, KH. Abdurrahman Wahid [ GUS DUR ] karena dialah orang yang sesamanya tanpa kecuali.
Saya juga sependapat dengan saudara SHT

NB;

Sebelum Buku ini dilarang saya pun sebenarnya juga menulis artikel yang serupa

udinJanuary 30th, 2010 at 10:33 am

berarti buku itu setara dgn Alqur’an donk? ga setuju akh…bagi saya qur’an dn hadist dh lebih dari cukup sbgai pedoman dan pegangan JALAN MENUJU TUHAN.Dan tidak akan sesat selamanya.
itu lagi sinuhun udah kaya nabi aja.didatangi tuhan yesus berkali kali.bukan tuhan tu…tapi anaknya tuhan yang lagi main kali…

darklandJanuary 30th, 2010 at 7:14 pm

apapun yang ada dalam sebuah buku itu adalah sebagai media pembelajaran bagi kita.
semua kembali kepada kita sebagai pembaca.
kita haruslah pintar memilih buku dan mencerna isi buku tersebut.
secara pribadi saya suka adanya buku ini
tapi masalah keyakinan kembali pada pribadi masing2.
dan jangan sampai terpengaruh oleh buku.

penganut lintas agamaJanuary 31st, 2010 at 1:40 am

saya rasa buku ini tidak melanggar aturan , dan didalam keenam ajaran itu memang diajarkan untuk menujuh tuhan kita ,salah satu ajaran yang itu adalah yang saya anut ,dan mungkin dari salah satu ajaran itu ada satu ajaran yang kalian anut ,jadi para pe,eluk kepercayaan bebas memilih ajaan yang tepat menurut yang mereka percayai,jadi bila buku ini di larang ini artinya orang yang melarangnya adalah orag yg bukan demokrasi ,dan hanya seorang fanatik yang menganggap ajarannya yang paling benar ,memang menurut saya ajaran yg sy percayai adalah yang paling benar tetapi kita tidak berhak memaksa org yg berbeda kepercayaan untuk mengakui ajaran saya yg paling benar ,terserah mereka mau milih ajaran yg mana yang paling tepat menurut mereka dan yang paling benar menurut mereka ,ingat bung ini jaman reformasi ,dah ngak jaman memaksakan kehendak sendiri yg paling benar

yakinJanuary 31st, 2010 at 1:42 am

I LOVE JESUS

Muhammad RidwanJanuary 31st, 2010 at 2:12 am

Klau saya baca resume buku ini,penulis ga tau apa-apa tentang agama Islam.
dan dia ga tau apa dan siapa nabi Muhammad S.A.W. Anda bilang nabi Muhammad
Tetap tidak bisa baca dan akhirnya mengajarkan sembahyang maaf kami umat
Islam hanya mengenal sholat….ok!Semoga ALLAh S.W.T memberikan jalan yang
benar untuk penulis.

arjunaJanuary 31st, 2010 at 2:57 am

duh………..bung Darmawan MM, anda melangkah terlalu jauh, coba anda renungkan lagi, buku anda membuka wacana antar orang yang pikirannya kurang terbuka dan punya ego kuat untuk saling adu argumentasi, adu tulis, adu mulut dan mungkin adu jotos, tolong bung jangan terlalu berkhayal dengan kekuatan fikiran sendiri dan jangan kobarkan lilin penerang jadi bara api yang menghanguskan. pisss……

YaniJanuary 31st, 2010 at 3:13 am

Karena saya muslim,maka ajaran Islamlah yang paling benar,yang lain noway,janganlah kamu mati kacuali kamu seorang muslim

TommyJanuary 31st, 2010 at 7:46 am

Hatimu dan pikiranmu itu yg bisa membawa kamu kesurga. Buku atau kitab suci cuma sebagai penuntun dalam menjalani hidup. OK.

ReksoJanuary 31st, 2010 at 5:39 pm

Aku ingat pada ungkapan Gus Dur dalam menanggapi masalah yaitu “Gitu aja kok repot”,
salah satu dari enam jalan itu ada yang cocok enggak, bila ada dan cocok itupun hanya sebagaian aja jangan dipikirin berat-berat apabila nggak ada yang cocok .. hik’s buang aja ditempat sampah.
Yang jelas sangat banyak pendapat-pendapat yang diluar bayangan kita.
Salam

HAJI HARRYJanuary 31st, 2010 at 8:30 pm

PENULIS BUKU INI TERNYATA CUMA SEORANG PENGANUT ALIRAN KEPERCAYAAN, …………. DIA CUMA TAHU KULIT- KULITNYA DOANG. AJARAN ISLAM TIDAK SESEPELE ITU BUNG, UNTUK MEMPELAJARI AGAMA ISLAM AJA BUTUH WAKTU SEUMUR HIDUPMU,…… MAKA KALAU KTP SDR. DHARMAWAN MM TERTULIS AGAMANYA ISLAM, DIA HARUS TOBAT NASUKHA, …. BELAJARLAH AGAMA ISLAM SECARA BENAR………… TIADA AGAMA YANG BENAR SELAIN ISLAM,…… LIHAT SAJA BUKU SUCINYA ” AL QURAN” VERSI ARAB SAUDI, VERSI MALAYSIA, VERSI INDIA, VERSI MESIR ……………. ISINYA YA SAMA…… SEMUA.

SEDANGKAN SINUHUN ITU ORANG GOBLOK,……… BERTOBATLAH………….. YANG KAU TEMUI DALAM SEMADHIMU ITU ADALAH JIN……………

spinachJanuary 31st, 2010 at 11:08 pm

meskipun saya penganut salah satu agama yang diresmikan di indonesia. tapi secara pribadi saya punya sebuah pandangan: Manusia sejak awal mula diciptakan dengan anugerah akal budi dan pikiran oleh Tuhan Yang Maha Esa (sengaja saya tulis demikian untuk menghindarkan sebutan Tuhan menurut pengertian berbagai agama). Dengan anugerah tersebut manusia dapat berbuat menurut pengertian mereka. Tuhan menampilkan diri-Nya dalam berbagai rupa sejak awal mula dari jaman adam dan seterusnya. Dia berharap manusia dapat hidup sesuai dengan harapan Tuhan yaitu hidup baik. Namun yang terjadi manusia hidup dalam pemikiran yang terkotak-kotak. Agama seharusnya tidak membuat umat manusia terjerumus dalam pemikiran yang konservatif dan secara tidak sadar malah membelenggu keyakinan. Banyak sudah bukti nyata yang menampilkan bagaimana umat manusia masih belum dewasa dalam memandang agama.
Agama hanya dijadikan indentitas dan manifestasi yang berlebihan hingga harus mengorbankan nyawa. Apakah ini yang dikehendaki oleh Tuhan?

DewaFebruary 1st, 2010 at 4:55 am

Bagi yang percaya nabi Muhammad itu tdk bisa baca, maka terimalah itu dengan lapang dada. Jangan marah atau sedih. Bagi saya tidak masuk akal Nabi Muhammad tdk bisa baca, karena anak TK saja bisa baca apalagi Muhammad yang genius. Jadi kalau anda percaya kalau nabi Muhammad tdk bisa baca, maka sesungguhnya andalah orang ynag tidak bisa berfikir alias bodoh, sehingga anda percaya apa saja yang dibilang orang tentang nabi anda. Itulah kebodohan- orang bodoh yang diajar oleh orang bodoh, kalau diingatkan anda ngamuk seperti orang bodoh.

Memang dasar bodoh.

SatriyaFebruary 1st, 2010 at 8:00 am

AQ, bisa terbukti menjadi kitab yang baik adalah dari pembacanya dan penganutnya.
Banyak buku yang baik , tapi apa sudah buktinya….!?
Buktikan bahwa kitab itu adalah baik dan benar dengan cara menunjukkan dengan tingkah laku bukan hanya kata kata saja, kalau hanya kata kata saja itu sama dengan teori doang.
Nabi adalah memberikan sesuatu yang baik, maka tunjukkan bahwa pengikutnya juga menjadi orang orang yang baik , sabar, berpikir terbuka, arif dan bijaksana.
Buah yang baik maka bila dimakan maka akan menyebabkan sesuatu yang baik pula.
Tunjukkan dengan tingkah laku, kalau nabinya bijaksana maka pengikutnya juga menjadi bijaksana, bila nabinya panjang sabar dan arif maka pengikutnya juga panjang sabar dan arif, tidak harus sama persis, mirip mirip saja sudah bagus sekali…….

dothyFebruary 1st, 2010 at 6:25 pm

kalau boleh dimana saya bisa dapat buku tersebut trimakasih

nixFebruary 1st, 2010 at 9:16 pm

buat teman-teman yang fanatik, tolong jangan menyinggung sesuatu yang dihormati dalam agama lain, seperti bung ??? yang menyebut bahwa yesus itu anak tuhan yang sedang main, atau menyebut hal2 lain sesuai kacamata agama anda. harusnya anda malu karena anda tidak menerapkan ajaran anda sendiri yg menyebutkan tidak boleh menghina agama lain, apapun kebenarannya… silahkan saja fanatik buat anda sendiri, tapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang beragam ini, fanatisme kerdil yang menjurus kepada penghujatan adalah kebodohan dan menimbulkan pertanyaan, yang salah agama anda atau anda sebagai penganutnya. wake up bung…
bagi saya, buku ini bisa jadi menarik dan penilaian atas isinya seharusnya berada pada masing-masing pribadi, kalau tidak suka ya jangan dibaca sampai habis atau debat saja penulisnya. lebih elegan dan berbudaya, dibandingkan dengan menghujat yang cuma menegaskan keyakinan saya bahwa ternyata di indonesia ini, orang-orang hanya beribadah dengan kacamat kuda, bukan dengan pikiran dan perasaan yang terbuka. padahal tuhan sudah mengaruniakan hati dan pikiran bagi kita supaya dimanfaatkan dengan baik.

arifinFebruary 2nd, 2010 at 6:17 pm

banyak jalan menuju roma… mungkin juga menuju tuhan… tapi hanya ada satu jalan menuju ALLAH…

JokoFebruary 2nd, 2010 at 8:27 pm

Penulis yang aneh….

ziusFebruary 8th, 2010 at 9:12 pm

Jangan menghujat agama atau kepercayaan orang lain, karena setiap perkaatan kita akan dicatat dalam pengadilan TUHAN di akhirat nanti. OK??

ziusFebruary 8th, 2010 at 9:15 pm

Cobalah baca kitab suci anda masing-masing dengan benar, mana ada agama mengajarkan yang tidak baik. Yang tidak baik itu kita (orang) bukan agama-nya.. Semua perkataan dan perbuatan kita didunia akan diadili oleh hakim agung yaitu ISA ALMASIH, coba baca di alquran… Nabi Muhamad aja percaya ama ISA masa kalian pengikutnya gak percaya???

wagisanMay 3rd, 2010 at 1:19 am

@ ZIUS : AKUR…………………
SETUJU……………..

MohammadMay 19th, 2010 at 12:12 am

Satu dari Enam yang mengklaim ” Jalan” adalah Yesus.
jadi kalo menurut saya, Ikutlah Yesus, Dialah Jalan!

ucokMay 23rd, 2010 at 7:51 am

goblok kalian semua jelas2 yesus berfirman

Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak akan ada seorang pun yang sampai kepada bapa kalau tidak melalui aku

muhammad aja pas mau mati berdoa……. aq mau ikut jalan yesus

begitu mulia nya yesus sampai nama nabi Isa lebih byk di critakan di Al-Quran ketimbang bang Muhammad

Philosophers LegacyJuly 5th, 2010 at 8:44 am

@Ucok atas gw

Anda merusak citra Kristen saja. jangan seperti itu, cobalah menahan diri, menahan kata-kata kasar Anda.

Tidak ada paksaan dalam beragama bung. Jika Anda ingin berdiskusi dengan saya silahkan kirim pesan di FB gw.

Mari Kita bertukar pikiran “tentang jalan yang lurus”

http://www.facebook.com/philosopherslegacy

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters