Mengenal Risiko lebih dalam! Bagian I

Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti mengandung risiko didalamnya. Risiko memiliki konotasi negatif, hal yang harus dihindari, dan berusaha meminimalkan potensi terjadinya risiko. Risiko dalam bidang keuangan sering diidentikan sebagai hal yang meleset dari perkiraan. Dalam investasi saham misalnya, kita sering mengurangi risiko dengan melakukan diversifikasi atau portofolio atau dengan teorinya yang terkenal “don’t put your eggs into one basket”.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai risiko dalam dunia keuangan, adalah lebih baik jika kita mengenali tipe tipe risiko terlebih dahulu. Risiko sangat beragam jenisnya, dari risiko kecelakaan, risiko kematian, risiko bangkrut, risiko kerugian, risiko terjadinya perubahan kurs, risiko terjadinya inflasi, risiko perubahan suku bunga, dan masih banyak lainnya. Namun secara garis besar risiko dapat dibedakan menjadi dua. risiko murni dan risiko spekulatif.

Risiko yang kemungkinan terjadinya ada, namun tidak memberikan keuntungan ketika tidak mengalaminya termasuk dalam risiko murni. Terjadinya kebanjiran, kecelakaan termasuk dalam kategori ini. Di Indonesia saat ini bermunculan industri asuransi yang membantu mengurangi risiko ini dengan imbalan sejumlah premi tiap tahun. Dibandingakan dengan beberapa Negara di Scandinavia pertumbuhan industri asuransi di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Bahasan mengenai industri asuransi akan dibahas later on. Tidak pada bagian ini.. okay..

Risiko yang kedua adalah risiko spekulatif. Terdapat kerugian dan keuntungan dalam risiko ini. Berbisnis, berjudi, saham, forex, obligasi, tentu saja masuk dalam kategori ini. Risiko ini biasanya berbanding terbalik dengan orang lain dalam industri bisnis yang sama. Misalnya kita membuka bisnis usaha retoran. Kerugian penjualan yang kita alami mungkin saja membawa keuntungan bagi pengusaha restoran lainnya.

Yang perlu dipahami oleh semua individu tentang risiko adalah risiko itu datang kapan saja dan sulit dihindari. Karena itu banyak perusahaan yang mendatangkan konsultan hanya untuk meminimalkan risiko yang akan terjadi. Banyak sekali risiko yang terjadi dalam sebuah organisasi bisnis. Sebagaimana kita pahami dan sepakati, tujuan utama perusahaan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan dan memaksimalkan kemakmuran pemilik perusahaan. Salah satu cara memaksimalkan kemakmuran share holder adalah dengan mengelola risiko dengan baik.

Risiko harus dikelola dengan baik karena kegagalan mengelola risiko menimbulkan banyak biaya yang akan muncul. Bayangkan suatu kejadian di mana sebuah perusahaan karet ban yang mengalami kebakaran salah satu pabriknya. Kerugian langsung dari peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat aset yang terbakar. Namun lihat juga kerugian tidak langsungnya, seperti tidak bisa beroperasinya perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghentikan arus kas. Akibat lainnya barangkali adalah macetnya pembayaran utang kepada kreditor dan suppliers karena terhentinya arus kas tadi yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan baik perusahaan dengan para business partners tersebut. Nah, di sinilah pentingnya manajemen risiko. Manajemen risiko yang efektif dapat meminimumkan biaya risiko. Konkretnya, risiko yang dikelola dengan baik, seperti dengan asuransi dan hedging kontrak derivatif, dapat menjaga agar kinerja perusahaan terhindar dari faktor-faktor non-operasi seperti kerugian akibat risiko murni tadi.

Nah pertanyaan selanjutnya bagaimana mengelola risiko secara garis besarnya? Risiko bisa dikelola dengan berbagai cara, menghindar, ditahan (risk retention), dibuang, diminimalkan dengan diversifikasi atau dilimpahkan ke pihak lain.

Mengelola risiko dengan cara menghindar berari menghindari risiko dengan melakukan sebuah tindakan yang memunculkan terjadinya risiko tersebut. Contohnya jika anda takut gagal ketika mendirikan bisnis. Yaudah jadi karyawan aja.mudah kan?

Diversifikasi risiko ini paling terkenal ketika kita mengenal dunia investasi. Pasar saham misalnya. Banyak manajer investasi menggunakan diversifikasi assetnya untuk mengurangi kerugian. Seorang manajer akan mencari asset asset dalam industri yang berlawanan untuk mengurangi terjadinya risiko default. Biasanya terkenal dengan beta portofolio minus satu ( -1) maka seseorang telah menggunakan teori diversifikasi.

Nah skian dulu tentang pengenalan risiko manajemen pada bab selanjutnya akan dijelaskan lebih dalam bagaimana seluk beluk risiko itu. Bagaimana mereka mengelolanya mengatasinya.. menarik bukan?

* Didik Kurniawan Hadi

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters