Plugging Ideas into Business: Creating Innovative Industries

Peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia melorot dua posisi, dari 127 menjadi 129. Dalam laporan Doing Business 2009 yang meneliti 181 negara, posisi Indonesia masih jauh dari negara tetangga, seperti Thailand yang berada di peringkat 13, Malaysia (20), dan Vietnam (92). Singapura masih menempati urutan teratas, yang merupakan prestasi dalam tiga tahun berturut-turut.Upaya perbaikan iklim investasi di Indonesia, masih kalah cepat dibandingkan reformasi di negara lain. Inilah yang menyebabkan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia menurun. Dari sepuluh ukuran kemudahan berbisnis, peringkat cukup baik dicapai Indonesia pada indikator melakukan transaksi tanpa batas (trading across borders) di posisi 37. Indikator lain yang cukup baik adalah melindungi investor (protecting investor) pada posisi 53.

Think out box,berpikir bahwa selalu ada peluang ditengah krisis. Mungkin itulah ide pertama munculnya banyak industri kreatif seperti saat ini. Industri kreatif adalah salah satu industri yang mampu bertahan ketika krisis moneter terjadi tahun 97-98. Kita lihat saja misalnya Di Bandung, pada saat krisis ekonomi tahun 1998, hanya ada belasan distro tetapi sekarang jumlah distro di Bandung mencapai 400-an. Industri kreatif akan menjadi industri yang menguntungkan di masa depan seiring dengan perubahan selera pasar. Populasi Indonesia yang berusia 15-29 tahun sebanyak 40,2 juta atau 18,4 persen merupakan pasar yang sangat gemuk bagi industri kreatif. Salah satu negara yang paling terkenal dengan industri kreatifnya adalah Inggris. Saat ini industri kreatif di negara ini menyumbang 8,2 persen penerimaan nasionalnya. Target pemerintah Indonesia pada 2015 adalah membuat kontribusi sektor Industri kreatif sebesar 9-11 persen. Apabila hal ini benar terlaksana, maka ekonomi kita akan semakin kuat terhadap gejolak eksternal yang akan terjadi.

Meski Pemerintah begitu gencar dalam menggelontorkan program pengembangan industri kreatif ini namun patut dibeliaungkan dalam hal pengimplementasian, nampaknya masih menemukan beberapa hambatan yang patut diperhatikan. Diantaranya, kurangnya jumlah dan kualitas sumber daya manusia. Masalah kedua adalah pengembangan iklim kondusif untuk memulai dan menjalankan usaha industri kreatif yang meliputi sistem administrasi negara, kebijakan dan peraturan serta infrastruktur yang diharapkan dapat dibuat kondusif bagi perkembangan industri kreatif. Masalah ketiga, mengenai penghargaan terhadap pelaku industri kreatif baik secara finansial maupun nonfinansial. Masalah lain yang teridentifikasi adalah upaya percepatan tumbuhnya teknologi informasi dan komunikasi yang terkait erat dengan pengembangan akses pasar dan inovasi dalam industri kreatif.

Sektor swasta dilihat sebagai motor penggerak dari pertumbuhan ekonomi untuk membantu dalam meningkatkan pendapatan nasional. Sektor swasta Pada tingkat global harus dapat membantu pemerintah untuk mengembangkan iklim ekonomi internasional dan membantu untuk menciptakaan level playing fields (kebebasan perdagangan, menghilangkan hambatan, mendorong investasi luar negeri, pembayaran hutang dan kebijakan pendukung); Membantu dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia melalui kerangka kerja yang jelas dan transparan untuk melakukan bisnis, menjaga stabilitas makro ekonomi. Dengan cara seperti ini beliau berharap ekonomi Indonesia akan merata sampai ke daerah daerah terpencil.

Ingatlah kata kata Ketaki Bhave salah satu CEO di Microsoft. “Some people see things and ask Why? I dream things which never were and ask Why not?”, yang artinya Beberapa orang melihat sesuatu dan bertanya mengapa, dan beliau bermimpi untuk selalu berkata mengapa tidak??. Kita tahu industri ini membutuhkan sumber daya yang kreatif. Kalau mereka aja para pengusaha industri kreatif yang saat ini sukses kebanyakan berasal dari lulusan universitas jatuh bangun, fakultas berani belajar dari kegagalan, dengan jurusan tidak pantang menyerah, dan bidang studi selalu ingin maju. Lalu kenapa kita tidak?

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters