PT ASI Pudjiastuti Aviation

Tiga Pilar Kesuksesan:
1. Pertama, ia seorang yang sukses karena gigih melewati proses.
Berbekal Rp 750 ribu hasil menjual gelang, kalung, dan cincin miliknya, Susi mulai jadi pengepul ikan pada 1983. Waktu itu ia baru sanggup membeli 1 kg, besoknya 2 kg, lusa 5 kg. Begitu seterusnya. Dalam tempo setahun, ia berhasil memasuki pasar Cilacap.
Makin maju usahanya, Susi lalu mulai menyewakan perahu untuk nelayan mencari ikan dan mobil untuk pengiriman. Kini ia punya ratusan perahu dan puluhan truk. Ia pun kemudian menjadi penyalur tetap hasil laut ke beberapa pabrik besar di Jakarta. Tiap hari, pukul 15.00, ia ke Jakarta untuk setor. Di tengah jalan, ia mampir ke Cikampek untuk mengambil kodok. Sampai di Jakarta malam. Setelah mandi dan istirahat ia langsung balik ke Pangandaran. “Begitu tiap hari,” tutur perempuan bersuara berat ini seperti dikutip Jawa Pos.
Ia terus berproses untuk maju.
Dari pengepul dan memasok pabrik dan restoran, ia kemudian meningkatkan diri menjadi produsen dan pengekspor hasil laut.

2. Kedua, dia selalu berusaha memberi nilai tambah.
Ia tahu, semakin segar ikan yang diekspornya, semakin tinggi pula harganya. Harga ikan dan udang yang fresh sampai ke Jepang kurang dari 24 jam, bisa dua kali lipat lebih mahal. Misalnya, ikan laut yang biasanya US$ 3/kg, maka kalau tiba kurang dari sehari semalam, harganya bisa menjadi US$ 8/kg. Itu sebabnya ia tak segan-segan membeli pesawat terbang Cessna agar ikan atau udang yang diekspor bisa tiba kurang dari 24 jam.
Ia juga tahu, semakin murni ikan itu dari bahan pengawet, semakin banyak diburu penggemarnya. Maka ia pun membuat pabrik pengolahan ikan tanpa bahan kimia. Pendinginnya pun ramah lingkungan karena menggunakan amoniak, bukan freon yang merusak ozon.
Ia juga paham, meski karyawannya bergelut dengan ikan setiap hari, mereka membutuhkan tempat kerja yang nyaman. Maka pabrik ikannya pun dibangun mirip mal — penuh dengan keramik dan kaca — meski untuk itu ia harus menggelontorkan biaya investasi yang lebih mahal.

3. Ketiga, ia mengamalkan ilmu ekonomi bisnis.
Jangan tanya teori kepadanya. Ia akan menggeleng. Ia memang tak dibekali ilmu akademis. Sekolah SMA saja DO. Jadi ketika ditanya apa resep suksesnya, ia tak mampu menjawab. Tapi coba perhatikan apa katanya kepada Niriah.com: “Menurut saya ilmu ekonomi itu alamiah. Kalau orang mau berdagang, ya sediakan barang yang bagus, kasih harga yang bagus, begitu saja.”
Ia memang tidak belajar secara akademis. Namun dari jejaknya, terlihat jelas bahwa ia justru mengamalkan berbagai ilmu manajemen yang banyak diteorikan oleh para pakar manajemen.
Dengan ketiga faktor itulah, menurut saya, ia bermetamarfosa dari ulat (seorang yang tekun menggeluti bisnisnya tanpa mengeluh, pantang menyerah) menjadi kupu-kupu (pengusaha hasil laut yang sukses). Kini kupu-kupu itu terbang makin tinggi karena ia juga membangun maskapai pesawat carteran, sebagai ekspansi usahanya. Pesawat Cessna yang semula hanya dipakai untuk mendukung ekspor hasil lautnya ternyata mampu menggugah semangat wirausahanya untuk masuk ke bisnis baru: pesawat carteran. Tahun ini ia bakal memiliki 14 pesawat kecil yang terbang ke daerah-daerah pelosok, termasuk Aceh dan Papua.
Pengalamannya berbisnis terasah matang. Kini, perusahaannya adalah satu-satunya perusahaan pemasok lobster terbesar ke Jepang. “Tak kurang dari 80% lobster yang ada di Jepang sekarang adalah lobster dari kami,” akunya

Another stories
1. Bisnis perikanannya berjalan lancar. Tiba tahun 2004, ketika bencana Tsunami memporakporandakan Aceh dan sebagian Pulau Sumatera, Susi menjadi orang pertama yang datang ke sana. Sejak bencana tsunami melanda Aceh, Desember lalu, Susi banyak tinggal di Medan. Ia mendirikan markas di ibukota Sumatera Utara itu, membuka jasa penyewaan pesawat udara. Susi tak sekadar menyewakan. Ia juga menyediakan kursi gratis bagi wartawan, serta pihak-pihak sosial yang akan membantu korban tsunami.

2. Dengan sederhana, ia menyatakan ,”Just be your self! Jadilah apa adanya dirimu sendiri. I am just like the way I am. Sometime dropp, sometime funny. If I want to cry, I’ll cry. If I don’t like something, I’ll screaming. I’ll expressed the way I wanted,” ucapnya tegas.

3. Ibu dari 3 anak dan nenek dari 1 orang cucu ini, mengungkap target hidupnya.
“My target is feeling happy dan membuat diri saya jadi berguna buat orang lain. Termasuk menambah gaji karyawan dan mempekerjakan karyawan lebih banyak lagi. I want to be able to do more thing for more people

4. Menyinggung soal keterampilan negoisasi, Susi menekankan pentingnya sikap ‘open minded’. “There’s so much thing to learn by looking your surrounding. Belajar tidak hanya dari rekan atau orang yang lebih tinggi tapi juga dari orang-orang kecil. Seringkali mereka (orang kecil) memikirkan sesuatu yang tidak terpikir oleh kita, only because we know too much”, tuturnya. Susi juga setuju bahwa dalam mengambil setiap tindakan bisnis, seseorang sudah harus menyiapkan beberapa skenario sebagai langkah antisipasi. “Prepare for worst case, unsur luck hanya akan kita ketahui setelah mencoba”, tambahnya.

5. Susi mendapat anugerah Primaniarta sebagai UKM teladan, dari Presiden SBY.

* Dikutip dari berbagai sumber

Comments (10)

RasyidFebruary 2nd, 2009 at 4:00 am

“Tiap hari, pukul 15.00, ia ke Jakarta untuk setor. Di tengah jalan, ia mampir ke Cikampek untuk mengambil kodok. Sampai di Jakarta malam. Setelah mandi dan istirahat ia langsung balik ke Pangandaran. “Begitu tiap hari,” tutur perempuan bersuara berat ini seperti dikutip Jawa Pos.”

Saya suka banget dengan artikel ini. Tapi, sepertinya ada satu hal yang belum diterapkan Ibu ini sebagai seorang pengusaha. Yaitu pembedaan antara self employed dan entrepreneur sejati. Melihat kutipan di atas, tentu seorang entrepreneur sejati tidak do it by himself. They have people who will do it.

Saya suka pepatah ini :
Punya banyak uang, gak punya banyak waktu = profesional/pejabat tinggi
Gak punya uang, punya banyak waktu = pengangguran
Gak punya uang, gak punya waktu = mahasiswa (hehehehehe)
Punya banyak uang, punya banyak waktu = pengusaha sejati

Anyway, saya suka dengan apa yang telah Ibu itu kerjakan. Saya suka dengan prinsip dan semangatnya. Tidak ragu lagi, wanita itu emang “perkasa”. hehehehe

Aryo wicaksonoMarch 22nd, 2009 at 3:59 am

Anda benar. Tapi ada satu yang kurang dicantumkan. Bahwa ibu seseorang yg penuh perhatian kpd seluruh karyawannya. Setelah satu bulan saya Praktek Kerja Lapangan di PT. ASI Pudjiastuti Marine Product, milik ibu susi pudjiastuti. Saya merasakan betul kebijaksanaan ibu dalam memimpin perusahaannya. Ada satu isu yg dilemparkan, bahwa akan ada PHK karyawan di perusahaannya berhubung waktu itu musim paceklik ikan sehingga aktivitas dan pendapatan agak menurun, namun Ibu Susi menjawab dengan tegas”tidak akan ada PHK” dgn alasan bahwa mereka (karyawan) susah mendapat penghasilan jika tdk bekerja dgn ibu,mengingat bahwa di Pangandaran agak sulit mencari pekerjaan kecuali berwirausaha sendiri atau menjadi nelayan atau bakul ikan,itupun butuh modal yg tidak sedikit. Dari situlah saya mendapat inspirasi bahwa pemimpin yg baik adalah pemimpin yg tidak melupakan jasa-jasa orang yg telah mendukungnya dalam keadaan susah maupun senang. Sayapun sedang mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin, Sebuah perusahaan pengolahan ikan…..Amiiiin.hehe… (Seorang Mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ.Padjadjaran).
Trims mas Didi….

rudyFebruary 7th, 2010 at 7:59 am

saya sangat bangga dengan profile ibu susi, saya salud banget dengan tekad dan semagat ibu susi. ada permohonan saya dapatkah ibu membantu saya sebagai penampung hasil laut terutama kepiting rajungan yang sudah direbus dan udang dapat saya jual dengan ibu sehingga apabila saya jumlah yg dikirim nelayan kepada saya dapat saya jual dengan quantity berapapun sehingga yg selama ini barang yg masuk tidak menjadi bs karena tidak terjual terimakasih dari rudy di bangka belitung

Olof AnsakaMarch 24th, 2010 at 11:21 pm

Rabu, 24 March 2010, Harian daerah Cendrawasih Post memuat profil Ibu Susi dengan judul “Jual cincin untuk Modal…”. Saya pribadi sangat kagum dan menaruh hormat kepada Ibu Susi yang cerdas dan gigih menjalani process hidupnya, hingga menjadi orang sukses.

Saya sangat terinspirasi dengan riwayat hidup ibu susi.

Appreciated untuk Ibu Susi.

NADHINKMarch 28th, 2010 at 8:36 pm

PEKENALKAN NAMA SAYA; NADHINK. say baru saja membaca cerita di atas dan saya sangat salut sekali dgn perjuangan yg telah dijalani. saya cuman tamatan smk, ingin sekali terjuan di usaha yg ibu jalani untuk itu mohon saya diberi kesempatan untuk bekerja sama dgn ibu Susi.
Mail ; nasy_syam@yahoo.com.

Thank you
Nadhink

NADHINKMarch 28th, 2010 at 8:58 pm

DITEMPAT SAYA BANYAK HASIL LAUT YG BISA DI EXPORT KE JEPANG TETAPI SAYA HANYA BISA MENJUALNYA DISEKITAR WILAYAH SAYA SENDIRI SAJA. UNTUK ITU SAYA MOHON KERJA SAMANYA, BAGAIMANA CARANYA IKAN IKAN ITU BISA DI JUAL KE PERUSAHAAN IBU SUSI.
ADAPUN DATA NAMA IKANNYA SBB; IKAN KERAPU TIKUS,KRP MACAN,KRP LUMPUR,KRP EKOR BULAN,KAKAP,LOBSTER,TENGIRI,IKAN KWE,DLL.

THANK YOU
NADHINK

RueApril 13th, 2010 at 5:39 pm

Ibu Susi is an inspiring woman, grandmother, and the real businesswoman. It so amazing when i saw her in MetroTV at “Zero to Hero” program.

ayubApril 14th, 2010 at 7:41 pm

saya mahasiswa perikanan di salah satu universitas negeri di NTB
saya berharap dapat berkesempatan untuk dapat PKL di salah satu perusahaan perikanan ibu…..
da yg thu no.kontak beliau bsa hub saya di 085739214966

hendriApril 16th, 2010 at 11:40 pm

hendri,
saya seorang pengusaha kecil juga,dari profil ibu yg di siarkan di Metro TV pada tgl 17 April 2010,saya terkesan untuk membantu ibu Susi mengenai Mesin Produksi dan memberikan yg terbaik untuk usahanya supaya para nelayan dapat terbantu lebih lagi dengan harga yang kompetitif.

FahmiApril 29th, 2010 at 9:22 pm

Ibu Susi adalah “Wonder Woman”. Saya salut atas apa yg telah beliau lakukan terhadap orang kecil. Disatu sisi banyak pemimpin yg masih belum memikirkan orang kecil. Saya saat ini sedang dalam proses menjadi seorang pengusaha sukses…..Amiiiinnn. Dan masih harus terus belajar, karena bagi saya belajar adalah proses seumur hidup. Ibu Susi adalah inspirasi bagi calon pengusaha sukses di Indonesia.

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters