Aturan Main untuk Dorong Daya Saing: Belajar dari Korea Selatan
Korea Selatan (Korsel)yang sekarang dikenal sebagai salah satu Macan Asia, ternyata mempunyai beberapa kiat (strategi) untuk mendorong daya saing sehingga mempunyai keunggulan kompetitif yang menjadikannya sebagai modal utama menghadapi persaingan global. Pemerintah Korsel ternyata tak henti-hentinya melakukan perubahan kebijakan, dimana setiap rezim memiliki kebijakan sendiri-sendiri yang pada akhirnya bertumpu pada peningkatan perekonomian dengan orientasi ekspor. Perubahan perekonomian itu ternyata sampai pada sistem ekonomi yang mengikuti pola Amerika Serikat dan Inggris pada saat ini.
Adapun strategi Korsel tersebut secara terperinci dapat disimpulkan dengan melalui tahapan langkah-langkah berikut:
I. Memperkuat ekonomi
Pemerintah Korsel dalam praktik membuat kebijakan yang bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi selalu menitikberatkan pada peningkatan daya saing industri dalam negeri. Intervensi pemerintah tersebut secara khusus dilakukan dengan meluncurkan program reformasi kebijakan untuk meningkat efisiensi. Hal itu dilakukan dengan menciptakan iklim investasi yang pada realisasinya membentuk tiga badan reformasi kebijakan, yakni
a) Memperbaiki kelembagaan dan peraturan yang terkait dengan investasi.
Pemerintah Korsel membentuk tiga badan, yakni: Regulatory Reform Commite (RRC) yang berada lngsung di bawah pengawasan presiden, Regulatory Reform Promotion (RRP) di setiap kementrian dan pemerintah daerah, Regulatory Reform Task Force Team at the Office for Government Police Coordination (OPC).
b) Memastikan implementasi reformasi kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik.
Hal ini dapat dilihat bahwa hubungan antara pemerintah pusat dan daerah adalah berhubungan seperti “saudara”. Kebijakan-kebijakan yang mereka buat selaras dengan tujuan yaitu memperbaiki iklim investasi. Di samping itu, koordinasi antar lembaga pemerintahan dapat berjalan dengan baik karena berada dalam satu koordinasi. Terbukti pemerintah melakukan kajian ulang terhadap 7.063 peraturan sejak tahun 1999 hingga tahun 2005 denagn mencabut 2.408 peraturan dan memperbaikinya.
Peningkatan investasi dari investor asing telah menciptakan stabilitas dan peningkatan pasar bursa dalam negeri.
II. Ekspor meningkat
Dengan telah berhasilnya perbaikan daya saing industri di Korea Selatan maka nilai ekspor dapat terdorong. Bahkan, ekspor bisa mengatasi hambatan eksternal berupa lonjakan harga minyak dan menguatnya nilai tukar uang korea.
Pertumbuahan ekspor menunjukan bahwa perekonomian semakin membaik dan sekarang Korsel tercatat sebagai Negara terbesar keempat dalam ekspor elektonik terbesar keempat setelah Jepang, Amerika Serikat dan Cina. Kemajuan ekonomi Koresel juga didorong oleh upaya industri untuk mencari pasar baru dan peningkatan nilai tambah tiada henti yang secara langsung hal itu dapat meningkatkan kepercayaan pada produksi Korea.
III. Pendidikan didukung
Dalam upayanya memajukan daya saing industri negaranya, Pemerintah Korea Selatan sangat mendukung program pendidikan. Terbukti pemerintah menganggarkan 8 milliar won untuk disalurkan ke beberapa universitas dan akademi di Korsel. Pemerintah juag melatih 1.300 tenaga ahli di bidang industri untuk menciptakan tenaga ahli di bidang industri utama.
Keberhasilan program pendidikan ini juga didukung faktor budaya Korea Selatan yang mempunyai anggapan bahwa pendidikan merupakan masa depan mereka. Orang yang memiliki prestasi pendidikan yang baik akan mendapat tempat kerja yang relative menarik sehingga perjuangan orang tua untuk merencanakan pendidikan anaknya sangat didukung oleh pemerintah.

