The “Pop Corn”Marketing Strategy
”Popcorn itu meletup kalo lagi dipanasin, dan mengempes ketika dah lama gak dimakan…..”(Kelik Pelipur lara)
Nah begitu juga dengan kebanyakan perusahaan saat ini, semua program marketing yang mereka lakukan bak sebuah popcorn, yang meletup mengempes, meletup mengempes..
Sebenarnya bagus gak to???
Nah sebenarnya strategi pemasaran akhir akhir ini.ternyata gak berbeda jauh dengan strategi investasi aktif yang ada dalam financial market.
Strategi momentum dipasar keuangan adalah strategi untuk membeli saham-saham winner dan menjual saham-saham loser. Jadi saham-saham yang harganya naik pada akhir2 dibeli dan saham-saham yang harganya turun dijual. Strategi seperti ini dah banyak orang yang tau strategi biasa yang mungkin nenek nenek aja tau(tapi neneknya bringham mungkin, hahaha). Strategi yang dianggap terlalu overweight informasi baru ini sebenarnya bisa dibilang mempunyai risiko tinggi, karena investor mengabaikan informasi yang ada dalam perusahaan yang dibelinya secara menyeluruh, misalnya laporan keuangan 5 tahun terakhir, kinerja manajemen, nilai investasinya (NPV atau IRR-nya), jadi ketika ada informasi baru yang baik saham ikut naik, ada informasi buruk saham ikut turun. Bener2 profit taking bisa dimanfaatkan nich…..high risk high return, yang perlu kita tahu adalah ternyata keuntungan yang didapat dengan melakukan strategi investasi aktif atau pasif hampir memberikan return yang sama dalam jangka panjang.
Nah strategi momentum yang ada didalam pasar keuangan saya namakan the pop corn strategy didalam pemasaran. Di dalam telekomunikasi baik indosat maupun excelcomindo saat ini bener2 bersaing harga untuk memperebutkan dan mempertahankan konsumen. Tidak hanya kedua provider itu, tapi hampir semua industri di telekomunikasi melakukan itu. Bla bla bla bla….
Nach tulisan diatas adalah kalimat pengantar dari tulisan saya mengenai artikel pemasaran saya selanjutnya yang akan mengungkap dunia pemasar dari sudut pandang yang berbeda. Ternyata strategi momentum yang selama ini kita kenal ternyata tidak selalu memberikan keuntungan positif. Kemudian ditemukan contrarian investment strategi. Nah didalam artikel ini saya mencoba menulis mengenai lawan strategi momentum.
*Embun
Chief Economist Asisstant Recapital Advisor

