Bernard Madoff Case
Siapa sekarang yang tidak mengenal Bernard Lawrance Madoff?? Pria kelahiran 29 April 1938 ini adalah pengusaha dan mantan kepala dari bursa saham NASDAQ. Ia mulai membangun firma Wall Street, Bernard L. Madoff Investment Securities LLC pada tahun 1960 dan merupakan direkturnya sampai 11 Desember 2008, ketika ia ditahan dan didakwa dalam penipuan sekuritas melalui skema ponzi.. apakah penipuan sekuritas itu?dan apa juga skema ponzi itu??
Skema Ponzi merupakan sebuah istilah untuk praktek kotor dalam bisnis keuangan yang menjanjikan pemberian keuntungan berlipat ganda yang jauh lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil bagi investor yang mau menyimpan dana investasinya lebih lama di perusahaan investasi seperti sekuritas, bank, asuransi ataupun investment banking. Para invesor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana perusahaan membayar keuntungan yang dijanjikan.
Nama Ponzi diambil dari seorang penipu bernama Charles Ponzi yang tinggal di Boston, AS. Ponzi terkenal dengan penipuannya karena menawarkan investasi berupa transaksi spekulasi perangko AS terhadap perangko asing di era 1919-1920. Dalam penelusuran detikFinance, Ponzi mendirikan ‘The Security Exchange Company’ pada 26 Desember 1919, yang menjanjikan investasi dengan balas jasa 40% dalam 90 hari. Padahal kala itu bunga bank pada saat itu hanya 5% per tahun. Tidak sampai satu tahun, diperkirakan sekitar 40,000 orang mempercayakan sekitar US$ 15 juta atau sekarang senilai US$ 140 juta dalam perusahaannya.
Untung yang dijanjikan Ponzi ternyata hasil tambal sulam. Pada pertengahan Agustus 1920, audit oleh pemerintah terhadap usaha Ponzi menemukan bahwa Ponzi sudah bangkrut. Total aset yang dimilikinya sekitar US$ 1,6 juta, jauh di bawah nilai utangnya kepada investor.
Skema penipuan ini juga sering terjadi di Indonesia. Ada sebuah perusahaan menjanjikan keuntungan besar, namun sebenarnya keuntungan itu dibayar dengan dana yang masuk dari anggota baru. Tidak pernah ada investasi riil. Kasus besar yang pernah terjadi adalah penipuan PT Qurnia Subur Alam Raya atau QSAR yang menggelapkan dana nasabah melalui investasi agribisnisnya.
Nah, yang dilakukan oleh investor kawakan Wall Street, Bernard Madoff juga sedemikian. Madoff menggunakan dana dari investor baru untuk membayar bunga investor lama. Nilainya terus bertumpuk-tumpuk hingga mencapai US$ 50 miliar. Penipuan Madoff baru terungkap setelah para investor menarik dananya sehubungan dengan krisis finansial. Disitu baru diketahui bahwa Madoff sudah kehabisan dana.
Korban-korban Madoff pun bersuara. Seperti dikutip dari AFP, berikut daftar korban penipuan Madoff:
• Bapepam Spanyol mengungkapkan, lembaga investasi Spanyol yang memiliki eksposure langsung di perusahaan investasi Madoff mencapai US$ 147 juta.
• Bank terbesar di Spanyol: Santander mengakui adanya potensi kerugian hingga US$ 3 miliar dari Madoff Investment Securities.
• Aozora Bank memiliki eksposure di investasi Madoff senilai US$ 137 juta
• Niponkoa Insurace Co dan Mitsui Sumitomo Insurance dan Daiwa Securities juga sudahmengakui adanya potensi kerugian beberapa ratus juta yen.
• Nomura Holdings dengan eksposure 27,5 miliar yen.
• Bank swasta Austria, Medici mengakui eksporuse US4 2,1 miliar melalui dua lembaga investasinya.
• Fortis dengan eksposure US$ 1,2 miliar
• HSBC dengan eksposure US$ 1 miliar.
Kasus penipuan terbesar dalam sejarah pasar finansial AS ini turut mencorang citra Securities and Exchange Commission atau Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) AS. Para investor mempertanyakan bagaimana bisa SEC kebobolan oleh penipuan yang sudah berlangsung hingga bertahun-tahun. Chairman SEC Christopher Cox akhirnya mengumumkan bahwa mereka akan melakukan investigasi untuk menyelidiki kenapa mereka bisa tidak mengendus kasus penipuan hingga US$ 50 miliar itu.
“SEC telah mempelajari bahwa tuntutan yang spesifik dan kredibel atas kesalahan finansial Madoff sudah dilakukan sejak tahun 1999, dan secara berulang sudah menjadi perhatian staff SEC, namun tidak pernah direkomendasikan kepada komisi untuk diambil sebuah langkah,” ujar Cox dalam pernyataannya.
Namun pada investor mengkritik kemampuan SEC mengawasi pasar. SEC sebelumnya juga dinilai gagal mengawasi pasar sehingga produk-produk spekulatif beredar dengan liar dan berujung pada krisis finansial. Kini mereka mengecam SEC karena penipuan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa terjadi tanpa terendus sedikitpun. Padahal sejumlah peringatan sudah diberikan terkait penawaran investasi Madoff ini. Termasuk artikel sebuah artikel di koran ‘Barron’ pada tahun 2001, yang mempertanyakan return hingga 2 digit selama setahun yang ditawarkan Madoff. Sayang peringatan itu tampaknya diabaikan baik para investor kakap itu sendiri dan SEC sebagai pengawas.
Peristiwa Bernard Madoff ini sebeneranya mengingatkan kita pada sebuah badan hukum dalam film The Firm yang diarahkan oleh Sydney Pollack jika teman teman pernah ingat. Film yang dibuat berdasarkan novel oleh John Grisham becerita tentang sebuah firma hukum yang tersembunyi orang tewas akibat bisnis dengan tidak terduga. Tidak seperti The Firm - hukum perusahaan di mana ia menjabat sebagai pelanggan - Bernard Madoff dikhususkan untuk mengecoh sendiri, menggunakan akrab Ponzi Scheme - nama yang diberikan oleh sebuah kasus Italia bernama Carlo Ponzi, yang perpetrated penipuan yang mencatat di tahun-tahun 20 -. Ini skema, tidak seperti skema piramida, didorong oleh satu individu - Ponzi awalnya dan dalam hal ini mantan presiden yang Nasdaq - yang memiliki informasi yang tidak berada dalam jangkauan manusia biasa. Secara teori, The Insider adalah “rahasia sukses” yang bertindak sebagai magnet untuk menarik investor dan menjadikan penghasilan lebih besar dari rata-rata pasar. Klasik diri memenuhi nubuatan.
Apa yang menarik tentang hal ini bukan merupakan penipu telah dirampas, namun pakar investasi di perbankan. Oleh karena itu, bukti lebih lanjut - bersama seperti skandal Enron, yang Burbuja.com atau krisis subprime hipotik - meskipun merasa bahwa ini adalah model mudah uang dari pendapatan yang tidak didukung oleh realistis , menghabiskan waktu sebagai kembali Phoenix.
Madoff acara - seperti skema Ponzi - berhasil karena nurtured di kedalaman manusia alam: cocktail yang sempurna untuk “vanity” untuk tak awas dinikmati dari keanggotaan dan dana rahasia eksklusif ditingkatkan oleh “keserakahan” yang cegaba mata paling ahli.
Suksesi di luar biasa berita yang semakin menunjukkan bahwa ada sesuatu yang bekerja sangat jelek. Ia semakin bermanfaat jangka pendek daripada jangka panjang. Hal ini menyebabkan lebih dari perusahaan-leverage untuk membeli perusahaan lain untuk memberikan bonus kepada manajer billionaires untuk membangun istana di udara, bukan meletakkan landasan kuat untuk membangun masa depan dan membuat skema piramida sebagai subprime hipotik sebagai Ponzi atau skema Jika Madoff. Model pertumbuhan ini telah roboh dan orang-orang yang menginvestasikan uang mereka di puncak dari gelombang, sayangnya akan hardest hit.
Dalam film - yang mirip dengan The Firm - disebut The Devil’s Advocate, Keanu Reeves adalah seorang pengacara yang dicobai oleh iblis, yang dimainkan oleh Al Pacino - dengan janji yang profesional yang berhasil. Setelah keluar pertama pencobaan, setan terbang ke berdusta dan menipu seorang pengacara dan tawanan his ego sebagai jika ia tidak mengetahui apa-apa, succumbs kepada pencobaan lagi. The Devil menang exclaims: “Vanity is definitely my favorite sin.” Karena bila batil adalah favorit dosa, keserakahan jelas kedua. Ini adalah dosa yang menyebabkan skema piramida, yang Ponzi, maka gelembung dan jumlah penipuan yang berulang dari waktu ke waktu.
Sumber:
http://www.abilene.es
http://www.detik.com
http://www.wikipedia.com


ambil ya buat tugas skripsi
THKS
Bagus penjelasan diawal, tp diakhir artikel kata2 mulai sdkt bias jd krg dimengerti.
thank…
di copy ya buat tugas kampus ^^