Who has the D?
How clear decision roles enhance organizational performance
Besar kecil, terkenal atau tidaknya suatu perusahaan, atau sepintar apapun strategi yang anda miliki, jika kamu tidak bisa menentukan keputusan yang benar, cepat, dan efektif lalu melaksanakan keputusan itu secara konsisten maka bisnis anda akan tenggelam.
Walaupun perusahaan sangat merespect pada keputusan mereka, bagaimanapun mungkin akan terjadi over ambiguitas pada siapa yang bertanggung jawab pada keputusan mana yang telah dibuat. Hasilnya keseluruhan proses pembuatan keputusan akan gagal biasanya disebabkan oleh salah satu dari empat bottleneck:
a. Global vs lokal
Keputusan yang dibuat harus melihat apakah perusahaan beroperasi global atau lokal. Kebanyakan perusahaan memotong batasan antara global dan lokal manajer.jika perusahaan memutuskan untuk beroperasi dalam skala global. Keputusan baru harus menyediakan dasar bagi perusahaan untuk beroperasi secara sukses dengan mendapatkan flexilibilitas pada level lokal.
b. Center vs unit bisnis
Hukum pertama dalam membuat keputusan yang baik adalah melibatkan orang yang benar pada level yang tepat dalam perusahaan.karena perusahaan sering kali menghadapi berbagai tipe masalah.
c. Fungsi vs fungsi
keputusan yang memotong batas antar fungsi adalah termasuk hal penting yang perusahaan hadapi. Karena kebanyakan cross functional decision sulit untuk diatur dan costly.
d. Partner dalam vs partner luar
Perusahaan bisa meng-outsource kapabilitasnya dapat menghemat biaya dan membawa keuntungan dalam persaingan yang mereka hadapi.
Clearing the bottleneck
perusahaan merencanakan sejumlah metode untuk mengklarifikasikan peranan dan pelaksanaan tanggungjawab. Biasanya menggunakan pendekatan yang dinamakan RAPID.ada lima primary roles dalam pembuatan keputusan:(1) recommend, (2)agree, (3)perform, (4)input, (5)decide.
Jika manajer menyadari bahwa mereka mengurangi waktu untuk metting dan tahu mengapa mereka disini, hal itu mengindikasikan bahwa perusahaan telah dapat membuat better decisions.

