Value Innovation: The Strategic Logic of High Growth

Saat ini bagi perusahaan pertumbuhan yang menguntungkan adalah tantangan dasyat yang perusahaan hadapi. Perbedaan antara perusahaan yang sukses dan gagal bukan terletak pada model perencanaan atau alat analisis yang dipilih manajer, tetapi pada asumsi fundamental perusahaan pada strategi. Dalam pendekatan konvensional, pemikiran stratejik adalah leading the competition, tetapi saat ini adalah membuat para pesaing menjadi tidak relevan adalah strategic thinking, hal ini sering disebut value innovation.

Conventional logic VS Value Innovation

Perbedaan mendasar pada dua metode diatas terletak pada lima hal:

  1. Industri assumtions 4. Asset dan kapabilitas
  2. Fokus strategi 5. penawaran produk dan jasa.
  3. pelanggan

Creating a new value curve

Perusahaan harus dapat membuat celah baru dalam industrinya untuk menciptakan irrelevant competition. Untuk menciptakan keadaan tersebut perusahaan harus bercermin pada empat pertanyaan berikut:

1. Faktor apa saja yang ada di dalam perusahaan yang secara pasti harus di eleminiasi?

2. Faktor apa yang seharusnya dikurangi yang berada di bawah standar perusahaan?

3. Faktor apa yang seharusnya ditambah yang berada di atas standar perusahaan?

4. Faktor apa yang harus dibuat perusahaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya?

The trap of competing, the Necessity of repeating

Ketika salah satu perusahaan berhasil membuat a new value curve, maka tak lama kemudian kompetitor pasti akan menirunya. Karena itu perusahaan harus mempunyai strategi untuk keluar dari trap tersebut untuk mencapai high performance level.

The three platforms

Ada tiga platform yang membawa keuntungan tetapi sering diabaikan perusahaan yaitu:

Produk, servis, dan distribusi. Perusahaan harus memperhattikan ketiga platform tersebut dan fokus pada customer value untuk membawa perusahaan sebagai the Win

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters