Strategy, Value Innovation, and the Knowledge Economy
Strategi yang kebanyakan dianut perusahaan kebanyakan untuk memenangkan persaingan yang ada. Strategi sepeti ini dikemudikan oleh kompetisi,dan biasanya mempunya tiga efek yang tesembunyi seperti:
- Imitasi, tidak innovagtive, dan pendekatan pasar.
- Perusahaan bertindak secara reaktif
- Perusahaan paham munculnya mass market dan mengubah permintaan konsumen menjadi bazy
Perusahaan yang dapat mempertahankan pertmbuhan dan profit yang tinggi adalah perusahaan yang biasanya menggunakan value innovation(VI).VI sangat berbeda dengan kompetitive advantage dan hanya sekedar memenangkan persaingan. VI membuat persaingan tidak relevan dengan menawarkan
Nilai dan motivasi
Nilai tanpa inovasi hanya berfokus pada mengembangkan keuntungan bersih pembeli atau value creation, sedangkan inovasi tanpa nilai bisa menimbulkan terlalu stratejik(ganas) atau terlalu technology drive. VI bukanlah value creation atau technology innovation. Untuk menginovasi nilai perusahaan harus bertanya pada dua pertanyaan.(1) apakah kita menawarkan pelanggan nilai superior secara radikal?(2) apakah harga yang kita kenakan dapat diakses oleh kebanyakan pembeli yang menjadi target market kita?
Konsep VI konsisten dengan “creative destruction” yaitu membuat nilai superior dan fundamental baru. VI dalam memaksimalkan profit tidak mengikuti praktek konvensional yang mengeset harga tinggi, limited access, dll, tetapi dengan cara(1) charge a high premium(2)high price dan supply terbatas yang akan menciptakan image ekskulsif.
Untuk menciptakan value innovation, top manajemen harus mengkomunikasikan bahwa perusahaan harus berkomitmen untuk menjalankan VI sebagai kunci strategi keberhasilan perusahaan . Tipe organisasi yang cocok untuk memaksimalkan ide dan kreativitas adalah:(1)dibentuk satu tim kecil yang berfokus pada tujuan produk(2)anggota tim berbeda latar belakang dan persepektif.
Fair process ialah salah satu cara untuk mengakui intelektual orang dan emosionalnya.ada tiga prinsip:(1)engaging(2)penjelasan(3)membangun ekspektasi yang clear. Dengan VI perusahaan harus berpenetrasi lebih jauh dengan pasar, karena dengan VI memungkinkan perusahaan untuk menjadi cost leadership dan differentiator.


[...] Strategy, Value Innovation, and the Knowledge Economy [...]
Manstab Gan..tulisanmu tak nggo garap soal UAS majik Pak Hani Lho…
Kritik..boso indo-mu ambyar Kang…Jahhahah