Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-includes/theme.php on line 623
Selalu Ada Peluang dalam setiap Krisis | Didik Kurniawan Hadi

Selalu Ada Peluang dalam setiap Krisis*


Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Mungkin bagi generasi millennium angkatan saya hanya tau mengenai krisis keuangan global dan krisis ekonomi indonesia yang terjadi tahun 1997/1998 silam. Namun ada yang pernah tahu mengenai Krisis Black Monday (1987), LTCM (1998), Junk Bond (1989-1990), Mexico (1994-1995), atau krisis dot com (2000), berikut akan saya review sedikit mengenai hal tersebut.

Black Monday krisis yang terjadi 19 oktober 1987 membuat Bursa Wall-Street terpuruk. Indeks Dow Jones mengalami penurunan terbesar waktu itu hingga 22% dalam satu hari saja. Kejatuhan ini mulai merembt ke eropa dan akhirnya bursa saham global turun hingga 20%. Sampai saat ini belum ada yang mengetahui penyebab terjadinya krisis ini, namun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh badai Huricane yang terjadi waktu itu sehingga menyebabkan para trader di bursa London tidak bisa bekerja para hari Jumat sebelumnya sehingga mereka harus senin untuk masuk kembali.

Junk Bond Krisis tahun 1989-1990 adalah pelajaran yang bagus buat kita dalam belajar investasi. Pada waktu itu kenaikan suku bunga yang terjadi benar benar merontokkan harga saham. Junk Bond adalah Obligasi yang memberikan yield tinggi dengan risiko yang tinggi pula. Lembaga pemeringkat rating dunia seperti Moody dan Standard & Poor selalu menggolongkan Junk Bond dibawah “BBB atau BBa”. Pada tahun 1980 Pertumbuhan pasar junk bond melesat dari US $10 billion menjadi US$ 189 billion pada tahun 1989 atau tumbuh sekitar 34% per tahun. Dalam periode ini yield yang diberikan sekitar 14,5 persen sementara suku bunga waktu itu hanya 2,2%. Namun periode ini berakhir pada tahun 1989 ketika seorang politikus, business-man yang sekaligus lawyer Rudolph Gulliani yang mendominasi corporate credit market mengadakan campaign untuk menentang high market yield yang dihasilkan dalam temporary market. Rudolph menentang ajaran The junk Bond King (Michael Milken) seorang eksekutif bank Investasi Drexel Brunham Lambert Inc. Setelah kejadian ini isu mengenai junk bond mulai memudar yang ditandai turunnya keuntungan investor 4,4% pada 1990.

Krisis di Mexico yang terjadi disebabkan karena terjadinya penurunan nilai uang negara tersebut dan beberapa akumulasi dari beberapa tekanan dan defisitnya anggaran pemerintah pada tahun 1993, utang yang sangat tinggi melebihi 8 persen dari GDP. Kesulitan ekonomi membuat Mexico waktu itu untuk mendapatkan dana dengan menjual ”jaminan utang tesobono” yaitu utang jangka pendek dengan jaminan peso yang amat tinggi. Ketika pasar modal di mexico ternyata kurang menarik yang disebabkan oleh kekacauan politik seperti pemilihan presiden, terjadinya pemberontakan Zapatista, terjadinya pembunuhan calon presiden menimbulkan masalah di Mexico di tahun 1994. dengan due date desember 1994 tesobono akhirnya menyumbangkan 66 persen dari seluruh hutang domestik mexico yang menyebabkan pemerintah gagal menjalankan kewajibannya. Kegagalan mexico membuat Amerika serikat, IMF serta bank bank di dunia untuk membantunya (charity for serenity).

Krisis dot com yang terjadi pada tahun 2000 terjadi karena publik dibohongi oleh pertumbuhan perusahaan internet seperti Amazon dan AOL yang seolah olah mengatakan pada dunia mengenai era baru perekonomian. Saham-saham perusahaan dot com melambung tinggi saat listing di bursa Nasdaq, meski kenyataannya hanya sedikit perusahaan yang menghasilkan laba. Puncakknya adalah ketika AOL membeli perusahaan Timer Warner pada januari 2000 yang dua bulan kemudian disusul dengan pecahnya gelembung bisnis ini. Indeks Nasdaq jatuh hingga 78 persen pada oktober 2002.

Jatuhnya perusahaan hedge fund (Long Term Capital Market) yang didirikan pemenang Nobel Myron Scholes dan Robert Merton ikut menjadi tanda sejarah perjalanan krisis yang telah terjadi di dunia. Hedge fund ini lari kemana mana sehingga menyebar ke seluruh dunia dan salah satunya adalah Rusia. Namun ketika Rusia gagal membayar obligasinya pada Agustus 1998, investor melarikan modalnya ke AS. Akibatnya, perbedaan suku bunga di antara obligasi yang ada meningkat drastis. LTCM yang telah meminjam banyak uang dari perusahaan lain, akhirnya mengalami rugi. Dan dalam rangka untuk melikuidasi posisinya, perusahaan itu menjual obligasi Departemen Keuangan AS, dan membuat pasar kredit AS terperosok dan memaksa kenaikan tingkat suku bunga.

Berdasarkan data dari Morgan Stanley berikut adalah rangkuman dari krisis terparah sepanjang masa (lihat Gambar 1). Dari gambar tersebut tampak bahwa terjadinya sub prime mortgage adalah krisis terparah sepanjang masa yang pernah dialami dunia ini.

Gambar 1. Perjalanan Krisis Dunia

Lahirnya Pemimpin Baru (New emerging Leadership)

Namun setiap bencana pasti akan ada hikmahnya bagi yang bisa melirik potensi peluang yang ada. Seperti pepatah bilang ” jika ada orang jawa dan orang batak melihat seekor anjing, orang Jawa pasti akan lari terbirit birit sedangkan orang Batak pasti akan bilang ”Bah, ini peluang”. Bukan maksud untuk melecehkan, akan tetapi untuk memberikan contoh saja bahwa sudut pandang kita melihat suatu masalah adalah mengukur seberapa cerdas kita. Jika kita lihat dalam sejarah setiap krisis yang terjadi pasti selalu memunculkan emerging new leader. Beberapa perusahaan baru lahir setelah krisis berakhir, sebut saja Tejas Networks. Sebuah perusahaan yang berada di Bangalore India ini mulai merintis sepak terjangnya pasca bubble bisnis dot com pecah. Perusahaan yang didirikan oleh Dr. Deshpande ini adalah perusahaan produk teknologi yang berfokus pada optical network equipment saat ini telah beroperasi di Amerika dan Eropa.

Dalam skala nasional jika kita kembali menengok krisis yang terjadi tahun 1997/1998 di negara kita juga melahirkan beberapa entrepreneur baru. Sandiaga S. Uno, mantan ketua Hipmi ini adalah sosok yang terlahir setelah terjadinya krisis. Dengan perusahaan Recapital Advisor dan Saratoga Investama yang didirikan bersama partnernya, kini dia telah bertengger didalam jejeran orang orang kaya fersi Forbes.

Peluang Bagi Negara

Karena itu jangan selalu beranggapan bahwa krisis selalu membawa dampak buruk bagi perekonomian. Krisis adalah siklus akan selalu di alami oleh dunia ini karena perdagangan bebas, globalisasi memang telah menjadi sistem yang mengakar. Namun yang perlu kita pertanyakan, bisakah kita mengambil keuntungan ketika terjadi krisis.

Dari sisi Negara, pada tahun 2004 dahulu indonesia adalah salah satu negara yang bisa membaca peluang akibat terjadinya krisis listrik di china. Indonesia-china langsung mengadakan kerjasama dalam ekspor LNG. Seharusnya terjadinya krisis 2008 ini bisa dimanfaatkan pemerintah sebagai momentum untuk mencari peluang. Misalnya saja pemerintah dari sisi UKM benar benar mengoptimalkan PT Usaha Kita Makmur yang telah di bentuk oleh Kadin untuk menggenjot ekspor selain di Amerika Serikat. Dengan lesunya permintaan pasar saat ini sebenarnya adalah momentum yang tepat bagi pemerintah untuk mengedukasi UKM dengan mendirikan UKM learning center dan business incubator mencontoh inkubator bisnis China di Zhongguancun Haidian Science Park. Pemerintah bisa mengedukasi UKM untuk mendapatkan HAKI, Paten, dan Sertiikasi ISO. Sehingga ketika perekonomian telah membaik kelak, para pelaku UKM benar benar telah siap bersaing dengan UKM negara lain untuk menghadapi ribuan bahkan jutaan permintaan pasar.

Dari Sisi Investasi, tampaknya sektor infrastruktur masih menjadi anak tiri bagi pemerintah. Terlalu fokusnya pemerintah dalam menangani sektor finansial saat ini membuat pemerintah kurang jeli, proaktif dalam melhat peluang. Seharusnya di masa saat ini adalah masa yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti dan infrastruktur sehingga bisa membantu kenaikan IHSG dari sektor ini. Namun apa yang terjadi? Sulitnya perijinan, dan belum siapnya pemerintah membuat strategi yang dibuat saat ini lebih bersifat reaktif atau merespon apa yang terjadi. Apabila saat ini pemerintah concern mengenai infrastruktur yakin lah bahwa pasca krisis ini, ribuan investor akan berbondong bondong ke indonesia yang jikalah birokrasi perijinan juga makin dipermudah.

Perusahaan yang tetap Eksis

Disela-sela krisis saat ini Perbankan syariah bisa dibilang sebagai primadona yang bisa bertahan. Mereka adalah industri yang paling mengecam sistem kapitalisme yang berdangan jutaan dengan tukar tukaran kertas (sekuritisasi maksud saya). Namun saya tidak akan membahas dari segi agama maupun politik. Disini saya hanya menekankan perusahaan yang bisa survive adalah perusahaan yang bisa melihat ceruk pasar, potensi yang ada. Perbankan syariah menjadi leader yang menerapkan sistem bagi hasil dan tidak menempatkan dananya dalam pasar modal. Walaupun mereka mengatakan ini haram, namun saya mengatakan ini brilian karena bisnis is bisnis, tidak ada bank yang ingin rugi, karena itu perbankan syariah adalah bisnis yang baru, berkembang, dan akan selalu tumbuh terlepas dari adanya krisis atau tidak. Berdasarkan laporan akhir tahun 2007, perkembangan perbankan syariah di Indonesia terjaga dengan dengan tingkat yang cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir mencapai dari 60% pertahun.

Perusahaan yang tetap eksis lainnya adalah Texmaco Group. Di tengah ketidakpastian saat ini perusahaan yang mengawali usahanya dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) itu tetap berdiri kokoh dan terus mengembangkan sayapnya ke berbagai wilayah. Dengan berbagai inovasi dan terobosan unggulan, perusahaan yang berkibar dibawah pimpinan Sinivasan itu mampu manarik dan menghipnotis perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti General Electric, Samsung, Casio, Hitachi, dan perusahaan besar lainnya.

Saat ini berbagai peluang masih sangat banyak ditemui di Indonesia. Dengan memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia indonesia adalah negara yang sangat menarik bagi siapapun. Misalnya saja dari sektor retail, pertumbuhan pada sektor ini selalu bertambah setiap tahunnya (lihat Gambar 2).

Gambar 2. Penjualan Retail 2003 dan Prediksi sampai 2012


Begitu juga dengan pertumbuhan informasi teknologi saat ini yang dibarengi dengan makin tingginya kualitas pendidikan membuat sektor telekomunikasi tidak ada matinya. Penurunan saham telekom, exelmindo, indosat saat ini hanya euforia belaka selain sudah jauh dibawah nilai aset perusahaan. Pertumbuhan sektor ini akan selalu meningkat mengingat pengguna internet selalu bertambah setiap tahunnya (lihat Gambar 3)

Gambar 3. Pertumbuhan Penggunaan Wireless di Indonesia

Prediksi Goldman Sach menganai Indonesia akan menjadi 5 Negara di dunia yang paling berkuasa pada tahun 2050 janganlah menjadi euforia untuk ongkang-ongkang kakung (bersantai santai). Karena itu Jika profesor Mudrajad Kuncoro dari UGM mengatakan ketika didalam krisis itu masih ada perusahaan yang survive itu alhamdulillah, jika ada yang bisa expansi itu luar biasa, nah semoga dengan tulisan ini bisa muncul fledgling entrepreneur yang memanfaatkan adanya krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2008 ini.

* Didik Kurniawan Hadi(Chief Economist Assistant Recapital Advisor)

Comments (2)

RasyidFebruary 2nd, 2009 at 4:04 am

Saya pernah mendapatkan testimonial dari Sandiaga S. Uno. Di dalam testimonial itu, dia menulis “Di setiap krisis pasti selalu ada peluang”… Sama judul artikel Mas ini… hehehehe

adminFebruary 3rd, 2009 at 9:10 am

yupi bro..testimoni itu ketika pak sandiaga uno menyampaikan ceramahnya di FSDE kemarin, dan karena yang membuat bahannya aku..hahaha..thanks yaw

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters