Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/embun/public_html/wp-includes/theme.php on line 623
Manajemen Ala Jepang? Memanusiakan Manusia | Didik Kurniawan Hadi

Manajemen Ala Jepang? Memanusiakan Manusia


Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Deprecated: Function split() is deprecated in /home/embun/public_html/wp-content/plugins/google-analytics-for-wordpress/googleanalytics.php on line 379

Dewasa ini dunia agaknya sudah berbalik. Semua menutup mata atas kejadian yang dilihatnya. Orang Islam yang seharusnya mempraktekkan kehidupan yang syariah dalam sehari-hari makin menjauh dari itu, sedangkan non-muslim seperti penduduk di Jepang misalnya malah secara tidak langsung melakukan prinsip-prinsip yang ada di dalam Al Qur’an. Pantaslah banyak orang yang menyebut bahwa orang barat lebih islami dibandingkan orang islam. Berangkat dari hal tersebut penulis mencoba menuliskan salah satu contoh fungsi Manajemen (HRM dan Produksi)yang diterapkan di jepang tetapi ternyata sangat islami.

Bahasan

Manajemen Modern, apapun konsep bisnis yang dterapkan dan apapun bidang bisnis yang ada saat ini memfokuskan diri pada customer satisfaction (kepuasan konsumen). Hal ini wajar karena Globalisasi menuntut hal tersebut, perusahaan yang mau hidup harus menganggap konsumen sebagai raja. Perusahaan yang mengabaikan konsumen, saat ini hanya akan dipersilakan menjadi penonton.

Banyak metode yang semakin bermunculan dan mempunyai satu tujuan (kepuasan Konsumen) seperti Quality Control misalanya. Perusahaan sangat serius menerapkan metode ini, karena konsumen yang tidak puas dapat dideteksi dengan metode ini.

Hal yang sangat menarik adalah perbedaan manajemen ala barat dan manajemen ala Jepang. Manajemen barat kualitas = harga. Artinya kualitas produk yang bagus akan diikuti dengan naiknnya harga produk karena asumsi kenaikkan cost production dalam perusahaan. Karena itu investasi dalam mesin modern, teknologi, computer yang canggih banyak dilakukan. Berbeda dengan Jepang kualitas yang tinggi dengan harga yang rendah adalah kompatibel. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan filosofi Kaizen, peningkatan terus menerus, melibatkan semua orang, dengan biaya rendah.

Terminologi Kaizen bermakna improvement, atau menjadi lebih baik dari sekarang, baik bagi lingkungan perorangan, keluarga, social, dan tempat kerja. Khusus di lingkungan kerja peningakatan akan melibatkan semua pihak baik dari manajer maupun para pekerja tanpa investasi yang besar.

Prinsip Kaizen berada di antara dua hal terpernting dalam bisnis yaitu business as usual yang mengandung makna adanya continuity tapi tanpa peningkatan dan breakthrough yang mengandung makna peningkatan tanpa continuity. Kaizen dengan continuous improvement berarti berada dalam dua hal tersebut, mengandung perubahan walaupun secara gradual, namun dilaksanakan secara terus menerus.

Kaizen berbeda dengan inovasi. Kaizen menghasilkan perbaikkan dan perubahan kecil saja dibandingkan dengan apa yang dicapai sekarng ini, sedangkan inovasi menghasilkan sesuatu yang luar biasa dibandingkan dengan sekarang. Pencapaian peningkatan menurut kaizen dicapai dengan teknologi yang dimiliki saat ini( conventional Know-How), sedangkan inovasi menggunakan lompatan teknologi. Peningkatan dalam kaizen dicapai dengan usaha dari manajer dan para pekerja, sedangkan inovasi perubahan dan peningkatan dapat dilakukan dengan melakukan investasi baru. Jika kaizen melandasi peningkatan perbaikan proses, maka inovasi lebih berorientasi pada hasil.

Gemba-Kaizen

Gemba berarti “tempat yang sebenarnya” dalam dunia bisnis berarti tempat dimana aktivitas penambahan nilai berada dalam usaha untuk memuaskan pelanggan. Pada perusahaan manufaktur terdapat tiga aktivitas yang berhubungan dengan perolehan laba: developing, producing, dan selling. Dalam konteks ini Gemba adalah tempat dimana produksi dilaksanakan. Banyak yang mengaggap produksi tidak sepenting financial dan pemasaran, padahal karena proses produksilah perusahaan dapat memperoleh laba.

Kebiasaan yang ada dalam perusahaan bahwa manajer atas dan menengah merasa lebih tahu dari manajer rendah dan para pekerja. Mereka berpendapat tanpa mereka para pekerja dan manajer bawahan tidak akan bertahan. Karena itu mereka yang menentukan bagaimana cara kerja yang terbaik untuk para pekerja tersebut, padahal mereka berada dijajaran bagian yang tidak termasuk dalam kategori “money making” segment. Mereka berpendapat bahwa merekelah yang harus memikirkan kepuasan pelanggan. Padahal bila pekerja tidak bekerja selam satu jam, perusahaan akan kehilangan laba selama satu jam tersebut, jika para karyawan tidak bekerja bagaimana mau memuaskan pelanggan. Karena itu karyawan sering disebut sebagai gemba people “Budha”.

Karyawan adalah salah satu asset terpenting dalam perusahaan. Perusahaan yang mau eksis harus berandiil banyak dalam kesejahteraan karyawannya.

Elemen kunci dalam Kaizen: Quality, Cost dan Delivery

- Qualitas

Kualitas tertinggi adalah kualitas yang dapat menyenangkan dan memberikan rasa bangga bagi para pelanggannya. Produk seperti inilah yang seharusnya dibuat perusahaan. Persepsi lama yang menganggap higher price higher quality hendaknya jangan menjadi pegangan. Kembangkanlah “higher quality, low price”

- Cost

Dengan perbaikan secara terus menerus pada proses produksi, diharapkan dapat diperoleh efisiensi tinggi (cost reduction).

- Delivery

Produk yang bermutu tinggi dan harga yang rendah tapi tidak sampai pada pelanggan tepat waktunya tidak akan membuat perusahaan lebih baik. Karena itu ketiga elemen ini sangat penting bagi perusahaan.

CRITICAL REVIEW

Sebagai masyarakat muslim kita harus mengambil tindakan tentang strategi manajemen yang ada di sekitar kita. “Ambil yang baik-baik bagi kita dan orang lain”. Belajar dari Negara lain pun tidak masalah. Coba kita kritisi strategi Gemba-Kaizen diatas yang menjelaskan bagaimana seharusnya Manajemen HRM dan Produksi dikelola. Walaupun orang jepang hampir bias dikatakan tidak ada yang memeluk agam islam, tetapi secara tidak sadar mereka menerapkan konsep islam yang terdapat dalam gemba kaizen tersebut.

- Dari Sisi Produksi

Telah disebutkan dalam jurnal diatas bahwa inti dari strategi Gemba-Kaizen adalah continuous improvement, yang bermotto ”hari ini harus lebih baik”. Ini sama dengan yang selama kita tahu dalam islam surat…..

2. pemanfaatan utilitas know how

3. fokus pada proses

Selain itu ada juga perusahaan Indonesia yang malah memesinkan manusia

- Dari Sisi Sumber Daya Manusia

Kalo dilihat dari gemba kaizen diatas mereka sangat menjaga keharmonisan hubungan dalam konteks pekerjaan. Baik itu antara manajer atas dengan bawahan,pekerja dengan manajer, sesama pekerja, dan bahkan perusahaan dengan konsumen. Perusahaan jepang walaupun advance dalam teknologi teteapi ternyata mereka juga

2. berusaha sendiri dulu

3. belajar bersama-sama

Comments (2)

topanJuly 30th, 2009 at 7:09 am

Artikel “Manajemen Ala Jepang? Memanusiakan Manusia” sangat menarik sekali tapi harus dilampirkan kutipan Ayat-ayat Al-Quran nya???

al yasineMay 28th, 2010 at 12:42 am

aq setuju dng topan….

tp keren kok..

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters