Dampak Resesi Amerika Terhadap Asia/Indonesia

Memasuki tahun 2008, perekonomian Amerika Serikat (AS) akan mengalami perlambanan menjadi 2% (2008) dari 2,1% (2007) menurut pool dari the economist. Dampak dari resesi global yang berasal dari resesi di AS akan mempengaruhi proyeksi perekonomian negara-negara di Asia, termasuk Indonesia. Perekonomian global, oleh IMF, diperkirakan akan mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 0,4%, yang sebelumnya sebesar 5,2% pada tahun 2007 menjadi 4,8% pada tahun 2008. Negara-negara di Asia Tenggara diperkirakan akan mengalami tekanan yang paling parah akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di AS. Berdasarkan penghitungan IMF, sekitar 1% penurunan pertumbuhan ekonomi di AS akan menurunkan pertumbuhan ekonomi di Asia sebesar 0,5%-1%.

Resesi di Amerika Serikat akan mempengaruhi neraca pembayaran dari sisi ekspor maupun impor, serta juga akan mempengaruhi pasar saham dan pasar uang. Akan tetapi sektor yang paling terbebani adalah neraca pembayaran ekspor Indonesia khususnya sektor manufaktur. Sebenarnya dampak pelemahan perekonomian AS sudah dirasakan Indonesia sejak tahun lalu, ini terlihat dari tren pertumbuhan ekspor ke AS yang mengalami penurunan. Biasanya pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS sebesar 10%, akan tetapi pada tahun lalu hanya sebesar 5%. Pelemahan perekonomian AS menyebabkan dolar AS mengalami depresiasi. Hal ini menyebabkan banyak Negara-negara yang kesulitan mengelola mata uang mereka karena penguatan yang terjadi terlalu cepat.

Dari beberapa dampak yang sudah diidentifikasi, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan fiskal seperti penurunan bea masuk, pemberian subsidi dan menciptakan insentif agar perusahaan atau sektor usahanya tidak terbebani terlalu besar. Sedangkan untuk kordinasi sector moneter dan fiskal dalam pengelolaan perekonomian, dapat dilakukan dengan mengharmonisasikan gerakan pressure dari demand side dengan respons dari supply side di semua aspek keuangan termasuk pasar uang.

Leave a comment

Your comment

Anda Pengunjung ke:

free hit counters