Tanya Jawab Menganai Arsitektur Perbankan Indonesia (API)
Mengapa Arsitektur Perbankan Indonesia (API) diperlukan?
Jawaban :
Industri perbankan nasional telah mengalami perkembangan pasang surut sejak beberapa dekade terakhir ini. Krisis moneter tahun 1998 menimbulkan dampak negatif bagi industri perbankan nasional yang ditandai dengan terkikisnya permodalan bank, meningkatnya non performing loans (NPLs), dan penutupan beberapa bank. Untuk menyehatkan kembali industri perbankan nasional, dan melanjutkan program restrukturisasi perbankan yang dicanangkan sejak tahun 1998, maka diperlukan kebijakan yang dimaksudkan untuk menciptakan sistim perbankan yang sehat, kuat dan efisien yang berguna dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Apa visi API?
Jawaban :
Visi API adalah mencapai sistim perbankan yang sehat, kuat, dan efisien guna menciptakan kestabilan sistim keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagaimana implementasi API akan dirumuskan?
Jawaban :
API dirumuskan melalui enam pilar yaitu:
a. Struktur perbankan yang sehat
b. Sistim pengaturan yang efektif
c. Sistim pengawasan yang independen dan efektif
d. Industri perbankan yang kuat
e. Infrastruktur pendukung yang mencukupi
f. Perlindungan Konsumen.
Apa sasaran yang akan dicapai dengan implementasi API?
Jawaban :
Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional.
Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko.
Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional.
Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat.
Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.
Apakah API menggantikan Program Restrukturisasi Perbankan y

